DPRD Kota Tangerang Dukung Penertiban Pasar Sipon, Begini Kata Turidi

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang sedang menyapu di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Selasa (09/04/2024). Menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah, Pemerintah Kota Tangerang menggelar operasi gabungan pembersihan pasar di 2 titik seperti Pasar Anyar dan Pasar Sipon Cipondoh. Dalam operasi pembersihan gabungan pasar diturunkan 45 Armada dan 150 petugas gabungan, dari TNI, Polri, DLH, BPBD, PLN, PUPR, dan Disbudpar. Foto : Ilham Herda Fauzi/LENSABANTEN

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah melakukan penataan pedagang di bantaran kali sipon, Cipondoh, Kota Tangerang.

Penataan tersebut bertujuab memberikan kenyamanan bagi warga sekitar serta penataan wilayah agar tidak melanggar aturan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua 1 DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto mendukung upaya tersebut agar bahu jalan yang sempat tergerus pedagang bisa kembali fungsinya.

Menurut Turidi, saat ini kondisi kebersihan di Kali Sipon carut marut. Selain itu adanya persoalan kemacetan yang diakibatkan oleh penggunaan bahu jalan sebagai tempat jualan turut memperparah kondisinya.

“Saya juga sudah koordinasi dengan Pak Pj, beliau melakukan penertiban dan akan merelokasi pedagang Pasar Sipon. Saya kira itu adalah terobosan yang baik dan memang harus segera dilakukan,” ucapnya ketika ditemui di sela-sela kegiatan Halalbihalal PGRI Kota Tangerang di kawasan Masjid Raya Al-Azhom, Senin, 29 April 2024.

PT Bina Rencana Agung menyerahkan Fasos Fasum Perumahan Buana Gardenia di RT.6 dan RT.13, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang secara langsung ke Ketua RW.04.. Foto : Ist

Secara pribadi, pria yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang ini melihat kondisi Pasar Sipon memprihatinkan. “Dan memang sudah banyak keluhan warga dan tokoh masyarakat juga terkait kondisinya,” ungkapnya.

Ketika disinggung bahwa penertiban kali ini bukan yang pertama kali serta kemungkinan bukan terakhir kali pula, Turidi mengimbau masyarakat harus menyadari bahwa lokasi tempat berjualan tersebut merupakan bahu jalan dan irigasi Sipon merupakan daerah pengairan sehingga bisa membuat kali tercemar dan banyak sampah dan menimbulkan kemacetan.

Ditanya lebih jauh soal maraknya rumors bahwa kondisi itu tidak lepas dari adanya oknum yang membekingi, dia tak mau mengomentari. “Wah kalau kita nggak tahu soal itu. Silakan kroscek saja,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.