Emas dari Tanah Sultan: Tiga Pendekar Muda Tangerang Harumkan Indonesia di ASG 2025

BANDAR SERI BEGAWAN, LENSABANTEN.CO.ID– Kontingen Indonesia berhasil menunjukkan dominasinya di kancah internasional. Tiga atlet pencak silat muda dari Kota Tangerang, yang tergabung dalam Regu Putra Indonesia, sukses menyabet medali emas dalam perhelatan akbar Asean School Games (ASG) 2025 di Brunei Darussalam 20-28 November 2025 kemarin.

Tiga pendekar kebanggaan tersebut adalah Lintang, Gibran, dan Dito.

Bacaan Lainnya

Dalam laga final yang menegangkan, Regu Putra Indonesia berhasil menundukkan tim tuan rumah, Brunei Darussalam, dengan skor tipis. Indonesia unggul dengan 1268 poin berbanding 1220 poin yang diraih oleh Brunei.

Kemenangan ini secara langsung mengantarkan Indonesia pada posisi sebagai Juara Umum ASG 2025.

Perjuangan di Balik Keterbatasan
Manager tim, H. Misnan SH, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian fantastis anak asuhnya.

“Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi yang luar biasa,” tutur H. Misnan, Senin 1 Desember 2025.

“Kami sangat bangga. Indonesia berhasil menjadi Juara Umum, dan ini adalah buah dari perjuangan.”

Emas dari Tanah Sultan: Tiga Pendekar Muda Tangerang Harumkan Indonesia di ASG 2025

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa ketiga atlet ini telah berlatih rutin sejak tingkat SD dan SMP. Menariknya, mereka selama ini hanya mengandalkan tempat latihan yang seadanya di bawah bimbingan pelatih Mas Oji dan Manager H. Misnan sendiri.

Jeritan Kebutuhan Padepokan Silat
Meskipun sukses besar di panggung dunia, H. Misnan tidak menampik adanya kendala serius yang dihadapi para atlet di tingkat lokal.

“Kendala di Brunei hampir tidak ada, yang ada justru kendala di kota kita sendiri,” tegas H. Misnan. “Saat ini, Kota Tangerang belum memiliki Padepokan Pencak Silat yang layak. Padahal, Kota Tangerang ini lumbungnya atlet pencak silat tingkat Nasional, bahkan Dunia.”

Ia menekankan bahwa pencak silat adalah warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO. Oleh karena itu, ia berharap kemenangan di ASG 2025 ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk serius dalam mendukung olahraga tradisional ini.

“Saya berharap ke depan, Pemerintah Kota Tangerang dapat segera membuatkan tempat latihan beladiri pencak silat. Ini bukan hanya untuk olahraga, tapi juga untuk melestarikan warisan negeri kita,” tutupnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, mulai dari orang tua, guru, hingga teman-teman para atlet.

Kisah Lintang, Gibran, dan Dito menjadi bukti bahwa keterbatasan sarana tidak mampu meredam semangat atlet muda Tangerang untuk mengukir prestasi emas dan mengharumkan nama bangsa di kasta tertinggi kompetisi pelajar internasional.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.