KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mencermati berbagai dinamika ekonomi yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun lokal, guna mengantisipasi potensi dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengatakan hingga saat ini dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi ekonomi di Kota Tangerang.
“Sejauh ini kami pantau belum ada dampak yang signifikan. Memang masyarakat membeli BBM dengan harga yang lebih tinggi, tetapi mereka juga memahami bahwa ini merupakan kebijakan nasional,” kata Ruta di Puspem Kota Tangerang, Senin 15 Juni 2026.
Menurut dia, Pemkot Tangerang terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat, salah satunya dengan mempertahankan subsidi transportasi publik. Tarif layanan Bus Tayo dan Bus Si Benteng tidak mengalami perubahan meskipun terjadi kenaikan harga BBM.
Selain itu, fasilitas transportasi gratis bagi pelajar juga tetap dipertahankan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat.
“Yang bisa kami lakukan di tingkat kota adalah tetap memberikan subsidi transportasi publik. Ongkos Bus Tayo dan Si Benteng tidak ada perubahan, termasuk layanan gratis bagi anak sekolah yang masih berjalan,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Tangerang juga terus memantau perkembangan harga bahan pangan pokok secara harian. Hasil pemantauan tersebut dilaporkan secara rutin kepada Tim Pengendali Inflasi Nasional sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat.
Ruta menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi ekonomi Kota Tangerang masih relatif stabil. Berdasarkan indikator makro ekonomi yang dipantau pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang masih berada di atas angka lima persen.
“Pertumbuhan ekonomi yang kami pantau masih di atas lima persen. Selain itu, inflasi juga menjadi indikator penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, tingkat inflasi Kota Tangerang saat ini berada di angka 1,96 persen. Angka tersebut dinilai masih menunjukkan keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan tingkat permintaan masyarakat.
“Inflasi kita masih 1,96 persen, artinya masih dalam kondisi yang seimbang antara supply dan demand. Angka ini juga relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah kota dan kabupaten lain di Provinsi Banten,” ujar Ruta.
Pemkot Tangerang berharap kondisi ekonomi daerah tetap terkendali di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi yang terjadi saat ini, sehingga daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat terus terjaga.










