Fungsi Taman di Kota Tangerang Digeser, Tak Sekadar Wisata

‘Kebun Puisi’ Komite Sastra Dewan Kesenian Kota Tangerang
Komite Sastra Dewan Kesenian Kota Tangerang (DKT) menyelenggarakan “Kebun Puisi” sekaligus memperingati hari ibu yang berlokasi di Taman Pintu

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang mulai menggeser fungsi taman-taman kota yang selama ini identik sebagai ruang rekreasi menjadi kawasan yang lebih berorientasi pada lingkungan, khususnya sebagai paru-paru kota dan penyaring udara.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Supriatno, mengatakan penataan taman kini tidak hanya menitikberatkan pada aspek estetika, tetapi juga pada fungsi ekologis yang lebih optimal.

Bacaan Lainnya

“Kita coba mengembalikan fungsi taman sebagai paru-paru kota, untuk penyaring udara dan sebagainya,” ujar Supriatno, baru-baru ini.

Menurutnya, perubahan arah kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup di tengah tantangan urbanisasi dan penurunan kualitas udara di perkotaan.

Selama ini, taman-taman yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pertamanan dan Pemakaman lebih difokuskan sebagai sarana wisata masyarakat. Namun ke depan, fungsi tersebut akan mulai disesuaikan.

“Memang sebelumnya taman lebih ke sarana wisata, tapi sekarang kita coba shifting (menggeser) fungsinya,” jelasnya.

Dalam implementasinya, DLH akan lebih menekankan pada upaya pelestarian vegetasi yang ada, terutama pohon-pohon yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.

Langkah ini juga sejalan dengan mandat dari pemerintah pusat yang mendorong setiap daerah untuk menjaga keanekaragaman hayati sebagai bagian dari target pembangunan lingkungan berkelanjutan.

“Kita lebih berusaha mempertahankan pohon-pohon yang ada. Apalagi ada mandat dari pemerintah pusat untuk menjaga keanekaragaman hayati di masing-masing kota,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, DLH Kota Tangerang berencana melakukan inventarisasi keanekaragaman hayati di kawasan Taman Hutan Kota. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis flora dan fauna yang ada, termasuk potensi spesies lokal yang perlu dilindungi.

“Nanti kita akan inventarisasi di sana ada hayati apa saja. Apakah ada pohon atau hewan lokal Kota Tangerang yang perlu kita konservasi. Kita akan budidayakan lagi supaya tidak punah,” jelas Supriatno.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.