TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Percobaan pencurian terjadi di Perumahan Royal Rajeg Residence, Kabupaten Tangerang, pada Selasa, 17 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Kejadian ini berlangsung di tengah kondisi lingkungan yang relatif sepi.
Situasi perumahan yang lengang dimanfaatkan pelaku karena banyak warga sedang pulang kampung. Salah satu rumah yang kosong pun menjadi sasaran dan berhasil dimasuki.
Kecurigaan bermula saat pemilik rumah mendapati CCTV di kediamannya tiba-tiba tidak berfungsi. Ia lalu meminta bantuan tetangga untuk mengecek kondisi rumah tersebut.
Saat dilakukan pengecekan, benar ditemukan seorang pria berada di dalam rumah. Temuan itu langsung memicu kepanikan sekaligus kewaspadaan warga sekitar.
Pelaku diketahui membawa sejumlah kunci cadangan yang diduga digunakan untuk mempermudah aksinya masuk ke dalam rumah. Ia juga diduga sengaja mematikan aliran listrik agar CCTV tidak dapat merekam.
“Yang punya rumah liat di cctv kok mati cctvnya suruh cek tetangganya ternyata ada maling, ujar Beta Nia.
Salah satu warga mengaku kaget dengan kejadian tersebut karena situasi sebelumnya terlihat aman. Ia tidak menyangka ada orang asing yang masuk ke rumah kosong.
“Saya juga kaget sih, soalnya tadi siang keliatan sepi banget, tau-tau ada orang di dalam rumah,” kata Ridhollah salah satu warga.
Warga lainnya sempat mengira orang tersebut adalah pemilik rumah atau orang yang dikenal. Namun, gerak-geriknya dinilai mencurigakan sehingga langsung diperhatikan.
“Awalnya dikira orang rumah sendiri, tapi pas dilihat lagi kok mencurigakan banget gerak-geriknya,” ucap Yanto warga lainnya.
Saat situasi mulai ramai, warga langsung bergerak untuk mengamankan pelaku. Mereka khawatir pelaku akan melarikan diri jika tidak segera ditindak.
“Warga langsung pada kumpul, terus diamankan aja takutnya kabur,” lanjut Yanto.
Mengetahui kejadian tersebut, warga kemudian mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Setelah itu, pelaku diserahkan ke pihak Polsek Rajeg oleh pengurus lingkungan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tetap meningkatkan keamanan rumah saat ditinggal. Penggunaan gembok, teralis, hingga CCTV tetap perlu disertai pengawasan ekstra agar risiko kejahatan bisa diminimalkan.










