Hizbullah 10 Kali Lebih Kuat Daripada Hamas, Israel Takut?

Juru bicara militer Israel, Richard Hecht, mengonfirmasi bahwa pasukan Israel sedang bertempur di beberapa lokasi di sekitar Jalur Gaza

ISRAEL,  LENSABANTEN.CO.ID  –  Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, telah memperingatkan militer negaranya untuk bersiap menghadapi potensi pertempuran di front utara melawan kelompok Hizbullah Lebanon. Menurutnya, Hizbullah memiliki kekuatan sepuluh kali lebih besar daripada Hamas.

Dalam pertemuan tertutup dengan pejabat senior pemerintah Israel pada Kamis 19 Oktober 2023, Gallant mengungkapkan, “Hizbullah sepuluh kali lebih kuat daripada Hamas,” sebagaimana dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Bacaan Lainnya

Gallant meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan pemindahan peralatan militer ke front utara, yang berbatasan dengan Lebanon. “Sebagai bagian dari persiapan untuk memperluas pertempuran di sektor utara, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah bekerja selama beberapa hari terakhir untuk mendirikan rumah sakit lapangan di wilayah Galilea yang dapat merawat korban jika terjadi eskalasi,” demikian laporan KAN.

Ketika Hamas melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, Hizbullah Lebanon juga turut merespons dengan tindakan serupa. Menurut Israel, Hizbullah telah meluncurkan puluhan rudal anti-tank, roket, dan mortir ke posisi militer mereka dan kota-kota Israel sejak serangan Hamas dimulai. Tel Aviv juga melaporkan bahwa Hizbullah telah mengirim orang bersenjata untuk menyusup ke Israel.

IDF mengingatkan Hizbullah untuk menghentikan serangan mereka. IDF menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan respons mematikan jika Hizbullah terus melanjutkan serangan tersebut.

Juru Bicara IDF, Daniel Hagari, mengatakan, “Hizbullah telah melancarkan sejumlah serangan kemarin untuk mencoba mengalihkan upaya operasional kami (dari Jalur Gaza) dengan dukungan Iran, yang juga membahayakan negara Lebanon dan penduduknya,” sebagaimana dikutip oleh Times of Israel pada Senin (16/10/2023). Dia juga mengungkapkan bahwa IDF telah menambah jumlah personel mereka di perbatasan utara dengan Lebanon dan telah merespons beberapa serangan yang dilancarkan dari negara tetangga tersebut. “Jika Hizbullah berani menguji kami, respons kami akan mematikan. AS memberikan kami dukungan penuh,” tambahnya.

Pada hari Minggu 15 Oktober 2023 IDF mengumumkan bahwa mereka telah mengisolasi wilayah hingga empat kilometer dari perbatasan dengan Lebanon. Warga sipil dilarang memasuki wilayah yang diisolasi tersebut, tindakan yang diambil di tengah baku tembak antara pasukan Israel dan Hizbullah.

Wakil Ketua Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan bahwa seruan internasional dan regional agar kelompok mereka tidak terlibat dalam konflik antara Hamas dan Israel tidak akan diindahkan.

“Seruan yang dilakukan di belakang layar oleh negara-negara besar, negara-negara Arab, dan utusan PBB, yang secara langsung maupun tidak langsung meminta kami untuk tidak terlibat, tidak akan mempengaruhi kami,” kata Qassem, seperti yang dikutip oleh stasiun televisi Hizbullah, Al Manar.

Dia menegaskan bahwa Hizbullah memahami perannya dengan sangat baik dan siap serta waspada sepenuhnya.

Israel dan Lebanon terakhir kali terlibat dalam konflik terbuka pada tahun 2006. Kedua negara masih resmi berperang, sementara pasukan penjaga perdamaian PBB menjaga perbatasan darat mereka.

Pada Mei 2000, tentara Israel mengumumkan penarikan diri mereka dari sebagian besar wilayah Lebanon selatan setelah dua dekade pendudukan. Meskipun demikian, Israel tetap mempertahankan pendudukan di wilayah kecil yang diklaim oleh Lebanon, yang dikenal sebagai Perkebunan Shebaa.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.