KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Gelaran Indonesia Drum Corps International (IDCI) di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang telah berakhir, dan Tyadhita Marching Brass muncul sebagai juara umum.
Andri Ramdhani, Ketua Tyadhita Marching Brass, menuturkan bahwa menjadi kebanggaan bagi Tyadhita akhirnya mampu menggeser dominasi Pupuk Kaltim di event IDCI.
“Alhamdulillah, mencapai peringkat satu dan juara umum. Tentunya ini menjadi kebanggaan dan haru karena sudah hampir 7 tahun Pupuk Kaltim menjuarai event ini. Akhirnya, Tyadhita mampu berlaga di IDCI dan ini menjadi kebanggaan kami,” terang Andri saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 5 Agustus 2024 kemarin.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah mendukung Tyadhita selama ini hingga mampu mencapai prestasi terbaik saat ini.
Andri juga mengisahkan perjuangan tim Tyadhita saat berlaga di IDCI, ketika hujan deras. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat suara permainan drum tidak maksimal, namun berkat optimisme, kendala itu bisa dilalui.
“Akhirnya, juri dengan penilaian yang luar biasa, saya mendengar langsung jam 3 pagi kita diumumkan sebagai juara umum pada event IDCI. Ini juga menjadi sebuah pecutan bagi kami karena IDCI di 2025 akan digelar kembali di Kota Tangerang,” ungkapnya.
Penampilan Tyadhita Marching Brass berhasil memukau dewan juri IDCI sehingga memperoleh delapan gelar terbaik di peringkat pertama, yakni The Best Majorette, The Best Brass, The Best Percussion, The Best Overall Impression, The Best Colour Guard, The Best Effect, The Best Music, dan The Best Visual.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, juga mengapresiasi heroik para personel Tyadhita Marching Brass.
Dalam penampilan final, Minggu malam sampai Senin dinihari, arena Stadion Benteng Reborn sempat diguyur hujan.
“Kendati mereka tampil di tengah guyuran hujan, namun tak mengendorkan semangat personil Tyadhita untuk bermain sempurna. Ini sebuah Tyadhita perjuangan untuk Kota Tangerang dan Indonesia,” pungkas Kaonang.










