Imigrasi Soekarno-Hatta Gelar Simulasi Gangguan Sistem untuk Perkuat Layanan All Indonesia

Imigrasi Soekarno-Hatta Gelar Simulasi Gangguan Sistem untuk Perkuat Layanan All Indonesia

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta kembali menguji kesiapan layanan setelah peluncuran platform All Indonesia yang menjadi wajah baru integrasi layanan lintas instansi di bandara. Pada Senin, 10 November 2025, petugas menggelar simulasi penanganan gangguan sistem di area pemeriksaan imigrasi Terminal 3 Internasional, baik pada jalur kedatangan maupun keberangkatan.

Simulasi ini merupakan tindak lanjut implementasi SOPAP Nomor WIM.10.1IMI OT.02.02 14620 Tahun 2025 tentang penanganan gangguan kesisteman di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, sesuai Nota Dinas WIM.10.IMI.1 GR.08.02 15866 tertanggal 7 November 2025.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, memimpin langsung kegiatan tersebut. Fokus latihan terletak pada ketepatan pelaporan berjenjang dan kecepatan mengambil keputusan agar arus penumpang tetap bergerak meski sistem terganggu. Skenario yang diuji mengatur bahwa petugas menunggu pemulihan dalam waktu tertentu.

Jika gangguan berlanjut, laporan disampaikan berurutan dari Kepala Seksi hingga Kepala Kantor, sebelum dimintakan persetujuan pemeriksaan manual ke Direktorat Sistem Teknologi Informasi Keimigrasian dan Direktorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

BACA JUGA  : Tak Perlu Antre Panjang, Aplikasi All Indonesia Janjikan Layanan Super Cepat

Galih menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dapat dieksekusi tanpa keraguan. “Simulasi ini memastikan layanan tidak terhenti saat terjadi gangguan. Lima belas menit menjadi batas tegas. Bila sistem belum normal, alur pelaporan harus berjalan dan keputusan manual diambil secara terukur tanpa menurunkan integritas pemeriksaan,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah target perbaikan, mulai dari pemangkasan waktu pemulihan hingga penguatan kontrol input data.

“Rata-rata waktu pemulihan kami tekan. Kesalahan input kami jaga mendekati nol lewat verifikasi berlapis. Tidak ada penumpang yang boleh lolos hanya karena kendala teknis. Semua proses terekam dan dapat diaudit,” kata dia.

Galih juga menyoroti pentingnya sinkronisasi dalam ekosistem All Indonesia.

BACA JUGA  : Penumpang Internasional Wajib Isi Deklarasi Kedatangan via Aplikasi All Indonesia

“Mitigasi tidak bisa berjalan sendiri. Koordinasi petugas, kanal informasi, dan dukungan teknis lintas instansi harus selaras agar keputusan manual tetap sah dan aman. Hasil simulasi hari ini akan menjadi bahan drill berkala, pembaruan modul pelatihan, hingga penempatan perangkat cadangan di titik rentan.”

Imigrasi Soekarno-Hatta memastikan layanan tetap terjaga bagi pengguna jasa dan meminta seluruh pemangku kepentingan di bandara menjaga disiplin prosedur serta memperkuat komunikasi.

Dengan kolaborasi yang konsisten, mereka menargetkan layanan keimigrasian yang lebih tangguh, aman, dan akuntabel di Bandara Soekarno-Hatta.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.