Mahasiswa Kota Tangerang Bergerak ke DPR RI, Suarakan Sejumlah Tuntutan Nasional

Mahasiswa Kota Tangerang Bergerak ke DPR RI, Suarakan Sejumlah Tuntutan Nasional
Mahasiswa Kota Tangerang Bergerak ke DPR RI, Suarakan Sejumlah Tuntutan Nasional

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Tangerang bertolak menuju Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi terhadap sejumlah isu yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah dan lembaga legislatif.

Menurut Presiden Mahasiswa UMT, Fajar Anugrah Aberdien, aksi hari ini melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Tangerang. Jumlah peserta yang berangkat diperkirakan mencapai 50 hingga 100 orang.

Bacaan Lainnya

“Kurang lebih massa aksi kita 50 sampai 100 orang yang akan berangkat aksi ke DPR hari ini. Ada sekitar 5 sampai 10 universitas yang bergabung dalam gerakan ini,” ujar Fajar saat dikonfirmasi.

Fajar menjelaskan kampus yang terlibat di antaranya Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS), Global Institute, STIE Suprahmaniyah, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya. Ia menyebut masih ada mahasiswa lain yang akan menyusul ke lokasi aksi.

“Yang pertama ada UMT, ada UNIS, ada Suprahmaniyah, Global Institute dan kawan-kawan lainnya di Kota Tangerang,” katanya.

Berawal dari Konsolidasi Mahasiswa

UMT dipilih sebagai titik kumpul karena sebelumnya BEM UMT telah menginisiasi konsolidasi terbuka kepada mahasiswa di Kota Tangerang. Ajakan tersebut kemudian mendapat respons positif hingga terbentuk aliansi lintas kampus.

“Kami internal BEM UMT sudah membunyikan flyer konsolidasi dan kawan-kawan dari berbagai institusi di Kota Tangerang ingin bergabung dalam konsolidasi tersebut. Dari situ terbentuk aliansi mahasiswa Kota Tangerang,” jelasnya.

Fajar mengatakan gerakan ini lahir dari keinginan bersama untuk menyatukan suara mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi antar kampus diperlukan agar aspirasi yang dibawa memiliki dampak yang lebih luas.

Soroti BBM, MBG dan Persoalan Kewarganegaraan

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa beberapa isu yang dianggap penting untuk segera dievaluasi. Di antaranya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga BBM, hingga persoalan kewarganegaraan yang belakangan menjadi sorotan publik.

“Hari ini kita akan ke DPR RI. Isu yang kami bawa tentang MBG, naiknya harga BBM, dan persoalan kewarganegaraan yang menurut kami perlu dievaluasi,” tuturnya.

Selain menyampaikan aspirasi secara langsung, mahasiswa juga telah menyiapkan dokumen pendukung berupa naskah akademik. Dokumen itu akan diserahkan kepada DPR RI sebagai bahan pertimbangan terhadap tuntutan yang mereka suarakan.

“Kami sudah membuat naskah akademik yang nanti akan diberikan kepada DPR RI. Semoga bisa diterima, didengar dan dikawal sampai selesai,” ujarnya.

Memilih Langsung ke DPR RI

Aliansi Mahasiswa Kota Tangerang memutuskan langsung menuju DPR RI dan tidak menjadikan Bundaran HI sebagai lokasi utama aksi. Mereka menilai DPR RI merupakan lembaga yang paling tepat untuk menerima tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan dan fungsi legislasi.

“Kami berpikir secara rasional untuk berangkat ke DPR RI karena tuntutan kami berkaitan dengan legislatif. Jadi memang tempat yang kami tuju adalah DPR RI,” tegas Fajar.

Menurutnya, fokus aksi harus diarahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa. Karena itu, massa memilih langsung mendatangi gedung parlemen.

Berangkat dengan Angkot dan Iring-Iringan Motor

Untuk menuju Jakarta, massa aksi diberangkatkan menggunakan dua unit angkutan kota dan puluhan kendaraan roda dua. Iring-iringan tersebut menjadi bagian dari mobilisasi mahasiswa menuju lokasi aksi.

“Kemungkinan kita ada dua angkot dan kurang lebih 20 motor yang ikut dalam iring-iringan,” katanya.

Berbagai atribut aksi seperti spanduk, poster, dan perlengkapan lainnya juga dibawa oleh peserta. Seluruh perlengkapan tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan dan tuntutan selama aksi berlangsung.

“Ada spanduk, ada poster, serta perangkat aksi yang lainnya,” jelasnya.

Fajar menegaskan mahasiswa akan terus mengawal isu yang mereka perjuangkan. Jika tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kami akan kembali lagi dengan gelombang yang lebih banyak jika tuntutan kami tidak didengar pemerintah,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa semangat solidaritas menjadi landasan utama gerakan mahasiswa. Karena itu, seluruh peserta aksi ingin tetap bergerak dan menyampaikan aspirasi secara bersama-sama.

“Kalau kami berangkat bersama, maka kami juga ingin masuk bersama. Karena jika solidaritas adalah senjata, maka mari kita lakukan bersama,” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Fajar berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil. Ia menilai kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh rakyat.

“Pemerintah harus lebih bijak dalam menanggapi sesuatu dan jangan membuat hal-hal yang merugikan masyarakat. Kita harus benar-benar merasakan kehadiran negara itu ada,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.