Kabid BPBD Kota Tangerang Ceritakan Misi Kemanusiaan di Desa Ngalau Gadang Pasca Kepulangan

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, menceritakan pengalamannya memimpin misi kemanusiaan lintas komunitas di Desa Ngalau Gadang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pasca kembali ke Kota Tangerang. Misi tersebut berlangsung selama 10 hari, sejak 18 hingga 28 Desember 2025.

Keberangkatan tim relawan dilakukan atas arahan langsung Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan. Tim gabungan terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Damkar, serta relawan lintas komunitas Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Pasca kepulangan dari lokasi bencana, Andia mengungkapkan bahwa sambutan masyarakat setempat terhadap para relawan sangat luar biasa. Ia menyebut kehadiran relawan benar-benar memberikan harapan dan semangat baru bagi warga.

“Kami datang sebagai saudara, dan masyarakat menerima kami seperti keluarga sendiri,” ujar Andia, kepada Lensa Banten pada Jumat, 9 Januari 2026.

Selama bertugas di lokasi, Andia memimpin langsung pembagian tugas di lapangan sesuai keahlian masing-masing tim. Setiap pagi, tim melakukan apel bersama yang bahkan turut diikuti oleh masyarakat setempat.

“Warga ikut apel dan mendengarkan arahan harian, itu tanda mereka ingin terlibat dan bangkit bersama,” katanya.

BACA JUGA : Fajar Gurindro Resmi Jabat Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang

Tim kesehatan membuka posko layanan medis dan melakukan pelayanan kesehatan secara door to door ke rumah warga. Layanan ini difokuskan pada wilayah dengan akses sulit dan kondisi kesehatan warga yang rentan.

“Tim nakes kami terbiasa turun langsung ke rumah warga, dan pola itu sangat membantu di lokasi bencana,” ucap Andia.

Selain pelayanan kesehatan, tim gabungan juga menyalurkan bantuan logistik ke kawasan pegunungan sekitar Desa Ngalau Gadang. Medan berat dan jalur ekstrem harus dilalui demi memastikan bantuan sampai ke warga.

“Aksesnya cukup menegangkan, tapi semangat teman-teman tidak surut karena yang kami tuju adalah keselamatan masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA : Bawa Kunci Leter T, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Ciledug

Relawan bersama Damkar, Satpol PP, dan TNI turut membuka tiga titik akses jalan yang tertutup longsor. Akses tersebut kini sudah dapat digunakan kendaraan roda dua meski roda empat masih terbatas.

“Yang terpenting saat itu bukan cepat atau lambat, tapi bagaimana akses bisa terbuka dan warga tidak terisolasi,” kata Andia.

Ia juga menyoroti peran aktif masyarakat yang ikut bergotong royong membuka jalan dan menunjukkan jalur alternatif. Menurutnya, kolaborasi relawan dan warga menjadi kunci keberhasilan misi.

“Kami tidak bekerja sendiri, masyarakat ikut membantu dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat membantu pembangunan kembali rumah layak huni milik seorang warga yang rumahnya baru saja diresmikan sebelum hanyut diterjang banjir bandang. Kisah tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tim relawan.

“Ibu itu bilang tidak punya saudara di Kota Tangerang, tapi bantuan dari masyarakat Kota Tangerang bisa ia rasakan untuk membangun rumahnya kembali,” tutur Andia.

Menurutnya, pengalaman di Desa Ngalau Gadang memberikan pelajaran besar tentang arti kerendahan hati dan kesiapsiagaan. Ia menegaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan ketika berhadapan dengan kekuatan alam.

“Kita ini kecil di hadapan alam, maka yang bisa kita lakukan adalah bersiap dan saling menguatkan,” tegasnya.

Andia menekankan bahwa dalam kondisi bencana, masyarakat adalah penyelamat pertama bagi dirinya sendiri. Pengetahuan dan ketangguhan warga menjadi faktor penentu di masa awal bencana.

“Petugas pasti butuh waktu, tapi masyarakat yang siap bisa memperpanjang waktu aman atau golden time,” jelasnya.

Ia pun berpesan kepada masyarakat Kota Tangerang agar terus meningkatkan literasi kebencanaan. Menurutnya, kesiapan tidak hanya dibutuhkan saat bencana, tetapi juga jauh sebelum bencana terjadi.

BACA JUGA  : Dua Anak Terlantar di Batuceper Telah Dijemput Keluarga, Ini Kata Kadinsos

“Ayo kita perkuat pengetahuan dan kapasitas, supaya saat bencana datang kita tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Andia memastikan, meski misi kemanusiaan telah selesai, kepedulian Kota Tangerang tidak berhenti sampai di situ. Program lanjutan dan kolaborasi lintas komunitas akan terus dilakukan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak.

“Apa yang kami lakukan semoga bermanfaat, dan ke depan kami akan terus hadir membantu pada tahap pemulihan berikutnya,” pungkas Andia.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.