TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) Provinsi Banten menyelenggarakan Perayaan Māgha Pūjā 2569 Tahun Buddhis 2026 secara khidmat. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Vipassi, Universitas Buddhi Dharma, Kota Tangerang.
Perayaan yang digelar pada Minggu, 29 Maret 2026 ini mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri.” Acara dihadiri unsur Saṅgha, tokoh Buddhis, serta umat dari berbagai wilayah seperti Banten, Jakarta, dan Bogor.
Ketua Pelaksana, Hong Djie, menjelaskan bahwa Māgha Pūjā merupakan peringatan penting dalam ajaran Buddha. Peristiwa ini merujuk pada berkumpulnya 1.250 Arahat tanpa undangan di masa Sang Buddha.
“Makna dari kegiatan ini sebenarnya sebuah puja bakti untuk memperingati hari besar agama Buddha, yaitu Magha Puja. Di mana pada peristiwa tersebut adalah berkumpulnya 1.250 Arahat pada zaman Sang Buddha itu tanpa diundang,” ujarnya kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, perayaan ini menjadi wadah persatuan seluruh unsur dalam Keluarga Buddhis Theravada Indonesia. Keterlibatan Bhikkhu, Pandita, Wanita Buddhis, hingga pemuda dari Pemuda Theravada Indonesia menunjukkan kuatnya kolaborasi umat.
“Di Banten ini kita semua komponen bersatu, dari Bhikkhu, Pandita, wanita, hingga pemuda, untuk mengadakan acara ini bersama,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pindapata di sekitar Vihara Sasana Subhasita, Kota Tangerang. Dalam tradisi ini, para Bhikkhu berjalan tanpa alas kaki untuk menerima dana makanan dan minuman dari umat.

Kegiatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan Bhikkhu, tetapi juga menjadi sarana umat dalam menumbuhkan kebajikan melalui praktik dana. Nilai pemberian ini menjadi bagian penting dalam pengembangan spiritual sehari-hari.
Sementara itu, puncak perayaan berlangsung dari pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Acara diisi dengan ritual Māgha Pūjā, pertunjukan drama musikal, serta Sanghadana yang melibatkan seluruh umat.
“Kita ada pertunjukan drama musikal tentang peristiwa Magha Puja, lalu ritualnya, dan dilanjutkan dengan Sanghadana, di mana umat memberikan dana kepada Bhikkhu,” ungkapnya.
Kehadiran Tokoh dan Umat
Perayaan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi. Selain itu, lebih dari 30 Bhikkhu dari Sangha Theravada Indonesia turut hadir.
Turut hadir pula Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Subhapanno Mahathera. Pesan Dhamma disampaikan oleh Bhikkhu Jotidhammo Mahathera yang mengajak umat memperkuat moralitas dan praktik spiritual.
Perayaan ini diikuti sekitar 1.250 umat Buddha dari berbagai daerah. Seluruh peserta mengenakan atribut khusus bertema 50 tahun Sangha Theravada Indonesia sebagai simbol kebersamaan.
Menuju 50 Tahun Saṅgha Theravada Indonesia
Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia. Momentum ini menandai perjalanan panjang Sangha dalam membina umat Buddha di Indonesia.
“Tujuan utama ini dalam rangka menyambut ulang tahun ke-50 Sangha Theravada Indonesia. Hari ini adalah bagian dari rangkaian menuju acara puncak nanti,” jelas Hong Djie.
Puncak peringatan nasional akan digelar pada 13 Desember 2026 di ICE BSD City. Selain itu, peringatan resmi hari berdirinya Sangha Theravada Indonesia jatuh pada 23 Oktober 2026.
Peran Generasi Muda dan Harapan
Kegiatan ini juga melibatkan generasi muda secara aktif dalam berbagai aspek acara. Mereka berperan sebagai pengisi acara hingga tim produksi yang mengelola kegiatan secara mandiri.
“Mayoritas pengisi acara dari anak muda, termasuk live streaming dan persiapan teknis lainnya. Semua dikerjakan mandiri tanpa vendor,” tambahnya.
Hong Djie berharap kegiatan ini dapat memperkuat keyakinan umat, khususnya generasi muda. Selain itu, perayaan ini diharapkan menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan mempererat persaudaraan.
“Harapannya tentu menambah keyakinan generasi muda dan memberi ruang bagi mereka untuk berkarya serta mengembangkan kreativitasnya,” tutupnya.









