Kepergian Naufal Takdir Al Bahri, Pahlawan Muda Gimnastik Indonesia

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Atlet gimnastik muda Indonesia, Naufal Takdir Al Bahri, meninggal dunia di Penza, Rusia pada Kamis, 25 September 2025. Ia sempat menjalani perawatan intensif selama 12 hari di RS G.A. Zakharyin. Kepergian Naufal di usia 19 tahun menjadi duka mendalam bagi dunia olahraga nasional.

Naufal merupakan atlet berbakat yang diproyeksikan tampil di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025, SEA Games 2025 Bangkok, dan Olimpiade 2028 Los Angeles. Kepergiannya mengejutkan dunia olahraga, khususnya Federasi Gimnastik Indonesia. Semangat dan prestasinya akan selalu dikenang sebagai warisan berharga.

Bacaan Lainnya

Jenazah Naufal tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 2 Oktober 2025, lalu disemayamkan di Rumah Duka Human Remains Transit Lounge. Selanjutnya, pada Jumat, 3 Oktober 2025, jenazah akan diberangkatkan ke Surabaya, Jawa Timur. Ia akan dimakamkan di kampung halamannya dengan penghormatan sebagai patriot olahraga.

Pahlawan Muda Bangsa Indonesia

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Nurman, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Naufal. Ia berharap para atlet gimnastik Indonesia dapat termotivasi dari kegigihan yang kuat seorang Naufal.

“Innalillahi, turut berdukacita atas gugurnya patriot olahraga kita, pahlawan kita Alm. Naufal. Saya berharap pengorbanannya dapat memotivasi para atlet Indonesia. Mereka adalah pahlawan di masa damai, pejuang di masa damai, dan patriot olahraga,” ujarnya kepada para Jurnalis.

Marciano menambahkan bahwa Naufal merupakan teladan bagi generasi muda atlet Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang telah mendukung penuh perjalanan Naufal. Semua biaya pemulangan jenazah telah ditanggung pihak terkait.

Atlet gimnastik muda Indonesia, Naufal Takdir Al Bahri, meninggal dunia di Penza, Rusia pada Kamis, 25 September 2025. Ia sempat menjalani perawatan intensif selama 12 hari di RS G.A. Zakharyin. Kepergian Naufal

Atlet Muda Berbakat Bangsa Indonesia

Sekretaris Kemenpora RI, Gunawan Suswantoro, menyebut kepergian Naufal sebagai kehilangan besar bagi olahraga Indonesia. Baginya, atlet muda berbakat ini bisa menjadi suatu kebanggaan bangsa.

“Kemenpora sangat kehilangan karena Naufal ini adalah atlet yang masih muda dan potensial. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Gunawan menambahkan pemerintah akan membahas santunan bagi keluarga almarhum. Ia menegaskan evaluasi program latihan akan dilakukan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Kemenpora berharap hal ini menjadi pelajaran bagi pengelolaan atlet muda.

Pendirian Yang Kuat dan Hebat

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati, mengenang Naufal sebagai sosok santun, gigih, dan penuh dedikasi. Ia pun menjelaskan bahwa harapan besar dari Naufal membawa sikap pendirian yang kuat demi mewujudkan bangsa yang hebat.

“Dia anak yang penuh dedikasi, tidak pernah mengeluh, dan punya cita-cita besar mengharumkan Indonesia,” katanya.

Ita menjelaskan bahwa dunia gimnastik internasional juga berduka atas kepergian Naufal. Beberapa federasi dari Asia hingga Eropa menyampaikan belasungkawa mendalam. Mereka menilai Naufal tinggal selangkah lagi menuju World Championship.

“Naufal akan terus dikenang, tidak akan pernah padam di hati kami. Dia adalah pahlawan kami,” tegas Ita.

Kepergian Naufal menjadi duka mendalam bagi olahraga Indonesia, namun semangatnya tetap hidup. Warisan dedikasi dan perjuangannya akan menjadi inspirasi bagi generasi atlet selanjutnya. Indonesia berjanji melanjutkan cita-cita besar yang belum sempat ia wujudkan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.