Ketahui Pentingnya Makanan Pendamping ASI untuk Cegah Stunting

Petugas kesehatan Kota Tangerang memberikan imunisasi rotavirus kepada bayi berusia 2,3 dan 4 bulan. Sasarannya di Kota Tangerang sebanyak 14.704 bayi di 13 kecamatan, dengan target pelaksanaan rampung selama satu bulan. Foto : Eky Fajrin

LENSABANTEN.CO.ID – Anak pengidap stunting memiliki beberapa faktor pemicu utama yaitu faktor keluarga dan rumah tangga, ASI, Makanan Pendamping ASI (MP ASI) dan adanya infeksi.

MP ASI merupakan makanan atau minuman selain ASI yang diberikan kepada bayi selama periode pemberian makanan peralihan. Apabila pemberian MP ASI tidak memenuhi syarat dapat menyebabakan anak gagal tumbuh dan berkembang akibat terhambat.

Bacaan Lainnya

Jika kualitas pemberian MP ASI rendah kalori, protein dan mikronutrien dapat meningkatkan resiko anak terkena stunting. Tidak hanya MP ASI, penggunaan bahan makanan dan air yang terkontaminasi dari segi higienitas yang buruk maka akan menurunkan kualitas MP ASI.

Pada tahun 2003 World Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi tentang pemberian MP ASI yang dimulai pada anak berusia genap 6 bulan sambil dilanjutkan dengan pemberian ASI sampai 24 bulan.

MP ASI yang baik umumnya yang memenuhi beberapa syarat yaitu tepat waktu, bergizi lengkap, cukup dan seimbang, aman serta diberikan dengan benar.

Sejak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan energi protein, zat besi, vitamin D, vitamin A, sehingga diperlukan makanan pendamping ASI yang dapat melengkapi kekurangan zat gizi makro dan mikro MP ASI dengan cara mulai memberikannya jika perkembangan oromotor bayi sudah baik yang pada umumnya di capai pada usia 4 sampai 6 bulan bayi.

Menjaga kebersihan perlengkapan makanan MP ASI juga penting dilakukan agar alat makan anak tetap bersih dan steril. Hindari mencampur makanan mentah dengan makanan yang sudah matang, cuci sayur dan buah sebelum dimakan, gunakan air bersih serta simpanlah makanan pada tempat yang aman.

Berikut adalah tata cara pemberian makanan menggunakan responsive feeding yang dianjurkan oleh WHO, meliputi:

1. Pemberian makan secara langsung kepada bayi oleh pengasuh, orang tua atau pendamping untuk anak yang lebih tua yang makan sendiri

2. Peka terhadap tanda lapar dan kenyang yang ditunjukkan bayi atau batita

3. Berikan makanan secara perlahan dan sabar

4. Dorong anak untuk makan tanpa adanya paksaan

5. Coba berbagai kombinasi makanan dari segi rasa, tekstur dan lainnya agar apabila anak menolak makan masih ada beberapa pilihan alternatif makanan

6. Gunakan waktu makan anak untuk sambil berkomunikasi dan mencurahkan kasih sayang termasuk mengajak anak berbicara.

Semakin bertambah usia anak semakin bertambah energi yang dibutuhkan dari MP ASI, oleh karena itu frekuensi dan jumlah pemberian MP ASI harus semakin ditingkatkan sesuai dengan usia bayi. Orang tua bisa melakukan penjadwalan terkait waktu pemberian MP ASI.

Jadwal pemberian MP ASI dapat diberikan menjadi tiga kali makan utama dan makan selingan 2 sampai 3 kali sehari. Perlu diperhatikan pula bagi para orang tua agar waktu pemberian makan pada anak tidak lebih dari 30 menit.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.