LENSABANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru per kuartal tiga 2023, menunjukkan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 0,54% secara tahunan, mencapai 5,32% dari 5,86% pada tahun 2022. TPT menggambarkan perbandingan antara jumlah pengangguran dengan penduduk usia produktif. Dalam periode tersebut, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta orang.
Meskipun angka TPT terus menurun sejak pandemi, tantangan dalam mencari pekerjaan tetap menjadi fokus, terutama bagi generasi muda dan lulusan baru.
Salah satu contohnya adalah Muhamad Husen Udin (20 tahun), seorang pemuda dari Yogyakarta. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Husen menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan. Namun, ia tidak menyerah dan memutuskan untuk mengisi waktu dengan memberikan pakan ternak serta membantu orang tuanya.
Perubahan besar terjadi ketika Husen mengetahui Program Kartu Prakerja dan memutuskan untuk mendaftar. Ia memilih pelatihan Akuntansi dan Pengelolaan Keuangan melalui platform edtech Cakap.
“Saya ingin membuka usaha dan perlu memahami tentang penghitungan upah karyawan. Pelatihan ini juga meningkatkan kemampuan berdiskusi dan berkomunikasi saya,” ungkap Husen yang mengikuti kursus online.
Setelah menyelesaikan pelatihan selama enam bulan, Husen kembali mencari pekerjaan dengan lebih percaya diri. Akhirnya, ia diterima bekerja sebagai crew store di sebuah perusahaan ritel. “Ini hanya awal dari perjalanan saya di dunia kerja,” tambahnya optimis.
Diluncurkan saat Pandemi Covid-19 sebagai solusi untuk membantu angkatan kerja yang terdampak, hingga saat ini Program Kartu Prakerja sudah memberi banyak manfaat bagi masyarakat, termasuk Husen.
Dikutip dari situs Program Kartu Prakerja, sejak diluncurkan pada tahun 2020 hingga saat ini, Prakerja telah memberikan manfaat bagi setidaknya 17,5 juta masyarakat di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hingga tahun 2023, Prakerja sudah menyediakan 1.216 pelatihan, serta berkolaborasi dengan 245 Lembaga Pelatihan, salah satunya termasuk edtech Cakap.
“Sebagai alumni Prakerja, saya merasa bahwa pelatihan ini bukan cuma membantu saya dapat pekerjaan, tetapi juga rasa PD (percaya diri) saya jadi meningkat. Saya juga jadi faham bagaimana sudut pandang sebuah perusahaan dalam menggaji karyawannya,” tutup Husen.









