TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sebuah truk pengangkut sampah menabrak bangunan warung dan gerobak bubur di Jalan Iskandar Muda No.30, RT 002/RW 005, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 10.27 WIB. Insiden itu menyebabkan seorang ibu dan anak kecil mengalami luka-luka serta merusak sejumlah bangunan dan kendaraan di sekitar lokasi.
Peristiwa bermula ketika truk sampah yang melaju dari arah Tangerang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing tiba-tiba hilang kendali. Kendaraan tersebut kemudian menabrak kanopi warung milik warga hingga terdengar benturan keras.
Pemilik warung, Dicky, mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di dalam toko bersama istrinya. Ia mendengar suara keras dari arah depan bangunan.
“Awalnya saya lagi di toko sama istri berdua. Sekitar jam 10 lewat 27, tiba-tiba ada suara benturan keras di kanopi depan. Kanopi itu nyangkut bak mobil sampah yang lewat. Suaranya keras sekali,” kata Dicky saat ditemui di lokasi kejadian.
Truk yang tak terkendali itu kemudian masuk ke halaman warung. Kendaraan tersebut terlebih dahulu menabrak sepeda motor milik tenaga penjual yang terparkir sebelum menghantam gerobak bubur ayam di pinggir jalan.
BACA JUGA : Diduga Microsleep, Mobil Xenia Terjun ke Sungai di Perimeter Utara Bandara Soetta
“Pertama motor sales yang parkir di depan toko kena. Setelah itu mobil langsung nabrak gerobak bubur. Gerobaknya habis rusak. Mobil baru berhenti setelah menabrak tembok besar bangunan,” ujarnya.
Akibat tabrakan itu, seorang ibu dan anak kecil yang berada di sekitar lokasi terlempar dan mengalami luka. Keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Situnala untuk mendapatkan perawatan.
“Yang jadi korban ada anak kecil sama ibunya. Katanya sekarang dibawa ke Rumah Sakit Situnala,” ujar Dicky.
Selain korban luka, bangunan warung milik Dicky juga mengalami kerusakan cukup parah. Kanopi rusak, plafon jebol, serta beberapa bagian tembok retak akibat benturan.
“Kalau bangunan saja mungkin sekitar Rp15 juta. Kanopi saja dulu saya bikin sekitar Rp6 juta lebih. Belum tembok, plafon yang jebol, dan asbes yang pecah,” katanya.
Sementara itu, pemilik gerobak bubur ayam, Pitsiong, mengaku tidak melihat langsung kejadian tersebut. Ia baru keluar rumah setelah mendengar suara benturan keras.
“Saya lagi duduk di dalam. Tahu-tahu ada suara keras, brak-brak-brak. Begitu saya keluar lihat, mobil sudah menghantam gerobak saya,” kata Pitsiong.
Akibat kejadian itu, gerobak dan peralatan dagangnya rusak berat. Ia memperkirakan kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp17 juta.
“Kerugian gerobak dan peralatan sekitar Rp17 juta. Belum pendapatan saya yang biasanya sekitar Rp1 juta sehari,” katanya.
Setelah kejadian, aparat kepolisian datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta mengamankan truk yang terlibat kecelakaan. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan para pengemudi kendaraan besar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan permukiman.









