KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Perayaan Peh Cun yang dikemas dalam festival setiap tahunnya di Kota Tangerang semakin meriah. Lomba perahu naga menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun regional.
Pada hari Minggu, 16 Juni 2024 perlombaan perahu naga di sungai Cisadane masih digelar. Uniknya kali ini kemeriahan semakin bertambah karena kehadiran sosok mantan Wali Kota Tangerang dua periode, Arief Wismansyah.
Kedatangannya di Festival Peh Cun 2024 itu menyedot perhatian warga yang ada di lokasi di bantaran sungai Cisadane, Kalipasir, Kecamatan Tangerang.
Arief Wismansyah yang tengah menjadi bakal calon (Balon) Gubernur Banten itu hadir didampingi istrinya Aini Suci Wismansyah.
Berjalan kaki menuju lokasi acara dari tempat parkir dimanfaatkan oleh warga yang melihat kedatangan Arief untuk berswafoto. Arief pun tak sungkan melayani permintaan warga tersebut.
“Pak Arief apa kabar? Boleh minta foto pak?”ungkap warga saat tak sengaja berpapasan.
“Ayo sini foto bareng-bareng,”jawab Arief mengajak. Warga yang mendengar ajakan Arief sontak berlarian menghampiri. Bahkan tak sedikit orang yang semula nampak ragu-ragu akhirnya ikut mendekat.
Cekrek..!!! Jadilah ia berfoto dadakan dengan warga. Semakin mendekati lokasi acara, makin banyak warga yang minta foto. Lagi-lagi Arief melayani.
Disatu momen, ada seorang bapak-bapak yang tampak lansia menghampiri Arief dan memeluk seolah merasa kehilangan. Arief pun tak sungkan untuk memeluk kembali seraya membisikan kalimat-kalimat penyemangat.

Arief pada kesempatan ini diberi waktu untuk membuka start perlombaan antara dua tim perahu naga.
Arief menyampaikan harapannya agar Peh Cun semakin dikenal di level nasional. Setiap tahunnya pun saat ini sudah masuk ke dalam kalender event Kota Tangerang.
“Ini nanti September juga ada arak-arakan Dewi Kwan Im yang hanya ada setiap 12 tahun sekali,”katanya.
“Dan itu semua merupakan kebudayaan di Tangerang yang menambah khazanah budaya kita dari hasil akulturasi masyarakatnya dengan beragam latar belakang,”ungkapnya.
Yang juga disyukuri ucapnya adalah meski berasal dari bermacam suku dan adat istiadat, namun semua masyarakatnya hidup rukun dan harmonis.








