KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID —Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Tangerang menganugerahkan Tanda Ikut Serta Gotong Royong (TIGOR) kepada 30 Pramuka Penegak atas kiprah mereka dalam Karya Bakti Lebaran 2025, Sabtu, 17 Mei 2025, di halaman Kantor Kelurahan Kelapa Indah, Kota Tangerang—sekaligus menutup rangkaian kegiatan tersebut.
Ketua Kwartir Ranting Tangerang, Megi Primagara, mengapresiasi para Penegak dari berbagai gugusdepan se-Kecamatan Tangerang yang selama sepekan membantu kelancaran arus mudik, mendukung aparat keamanan, serta memberikan informasi dan bantuan di lokasi-lokasi ramai.
“Hari ini kita menutup Karya Bakti Lebaran, sebuah kegiatan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial generasi muda”, ujar Megi dalam sambutannya. “Gerakan Pramuka merasa terhormat bahwa para anggota Pramuka, selama masa Karya Bakti Lebaran, telah menunjukkan kesukarelaan dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” tambahnya.
Penutupan Karya Bakti Lebaran 2025 ditandai dengan upacara penyerahan penghargaan kepada 30 Pramuka Penegak yang terlibat selama Karya Bakti Lebaran 2025.
Dihadapan para orang tua Pramuka Penegak yang turut hadir, Megi menyampaikan terima kasih karena telah memberikan kepercayaan kepada anak-anak mereka untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial ini. Sehingga berharap dukungan tak putus untuk keaktifan anak-anaknya di Gerakan Pramuka. “Dengan semakin kompleksnya tantangan jaman, kami berharap dukungan orang tua terus mengalir agar partisipasi generasi muda dalam Gerakan Pramuka semakin kuat”, jelas Megi.
Ditambahkannya, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Tangerang berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan edukatif dan sosial sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. “Kita berharap di tengah era digital yang penuh tantangan, keikutsertaan mereka dalam kegiatan kepramukaan adalah benteng moral sekaligus investasi karakter generasi muda,” harapnya.
Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Tangerang melaksanakan Karya Bakti Lebaran dari tanggal 24 sampai 31 Maret 2025. Kegiatan diikuti sekitar 30 Pramuka Penegak yangmana sebelum terjun melakukan karya bakti mereka telah lebih dulu dibekali pelatihan dasar tentang pertolongan pertama, manajemen lalu lintas, serta manajemen kebencanaan.









