LENSABANTEN.CO.ID – Data terbaru dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa angka inflasi di Provinsi Banten pada Agustus 2023 terkendali di angka 2,96 persen year on year (YoY), yang termasuk dalam 10 daerah terendah secara nasional. Di tingkat nasional, angka inflasi mencapai 3,27 persen. Namun, ada beberapa komoditas yang menjadi pemicu inflasi yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten, dan salah satunya adalah beras yang mengalami kenaikan harga.
Pemerintah Provinsi Banten telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengendalikan kenaikan harga beras dan menjaga stabilitas inflasi di wilayah ini. Salah satu tindakan yang diterapkan adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan 92 titik sasaran. GPM bertujuan untuk menjaga agar harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat. Direktur Utama PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) telah menjalankan operasi pasar murah sebanyak 57 kali guna menstabilkan harga beras.
“Kenaikan komoditi beras di Provinsi Banten masih terkendali dan di bawah rata-rata nasional. Sehingga penanganannya bisa dilakukan salah satunya dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan 92 titik sasaran,” ungkap Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti, Senin 5 September 2023.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten juga telah memfokuskan perhatian pada optimalisasi produksi beras. Pada periode Agustus-Oktober 2023, diperkirakan akan ada panen dengan produksi yang cukup, sehingga neraca beras di wilayah ini dinyatakan aman. Peran BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri diangkat untuk memastikan cadangan padi atau beras tetap mencukupi.
Pemerintah Provinsi Banten juga melakukan pengecekan stok di supplier dan berupaya menjaga agar harga pupuk dan bibit padi tetap terjangkau. Tujuannya adalah agar harga jual beras di pasaran tradisional dan modern tetap terjangkau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain itu, pengoptimalan sumber irigasi pedesaan di luar irigasi teknis dianggap penting oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten. Hal ini dianggap sebagai faktor yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengamankan pasokan beras.
“Untuk bulan Agustus-Oktober 2023 ini kita akan ada panen seluas 113.419 ha dengan produksi 601.577 ton GKG dan menghasilkan beras sekitar 300.000 ton beras,” ucapnya.
“Kemudian juga kita akan menggiatkan gerakan pasar murah, pengecekan stok di suplayer, keterjangkauan harga pupuk dan bibit padi sampai memastikan harga jual beras di pasaran tradisional dan modern terjangkau di bawah HET,” pungkasnya.
Dengan serangkaian langkah-langkah proaktif ini, Pemerintah Provinsi Banten bertujuan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras, sehingga dapat mengendalikan inflasi dan memastikan bahwa beras tetap terjangkau bagi masyarakat setempat.









