LENSABANTEN.CO.ID — Ketika banyak musisi muda mencoba mengejar tren, Meha justru memilih kembali ke akar emosi, membawakan lagu “Ada Rasa” yang kental dengan nuansa retro dan lirik menyayat. Lagu ini bukanlah karya baru, melainkan ciptaan Ninna Kusumadewi tahun 1999 yang kini dihidupkan ulang lewat suara jujur Meha dalam EP debutnya, Cinta Tak Pernah Salah.
Meski telah berusia lebih dari dua dekade, “Ada Rasa” terasa relevan di telinga generasi sekarang. Meha mengemasnya dengan aransemen segar berkat tangan dingin musisi-musisi kawakan seperti Herry Alesis dan Dimas Pradipta, menciptakan nuansa yang akrab namun tetap punya karakter.
Lagu ini menceritakan pengalaman ditinggal tanpa kabar, atau ghosting, yang berujung pada perasaan menggantung ketika orang yang sama datang kembali. Meha mengaku lagu ini sangat personal karena juga merepresentasikan kisah yang banyak dialami anak muda zaman sekarang.
“Lagu ini seperti surat terbuka untuk mereka yang pernah disakiti, tapi tetap kuat,” kata Meha dalam keterangannya. Video lirik lagu ini telah dirilis di kanal YouTube- nya pada 13 Juni 2025 pukul 19.00 WIB, lengkap dengan visual lembut yang mendukung nuansa retrospektif.
Melalui “Ada Rasa”, Meha menekankan bahwa kekuatan musik bukan hanya soal bunyi, tetapi soal keberanian menyuarakan perasaan yang sulit diungkapkan. Vokalnya yang polos namun tegas mengajak pendengar menyelami kisah yang rumit tanpa perlu melebih-lebihkan.
Selain bermusik, Meha tetap menjalani kuliah di STARKI (Tarakanita), menunjukkan bahwa ia bisa menyeimbangkan dua dunia tanpa kehilangan fokus pada keduanya. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin berkarya namun tetap menuntut ilmu.









