JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Single terbaru Treng Teng menjadi langkah strategis Nath The Lions dalam mendorong regenerasi musik reggae di Indonesia. Tidak sekadar menghadirkan karya baru, lagu ini juga membawa misi besar untuk mengangkat reggae ke level industri yang lebih luas.
Dalam proses kreatifnya, Nath menggandeng produser Sumakeytouch yang menekankan pentingnya “rasa” dalam memainkan reggae. Menurut Suma, genre ini memiliki karakter unik yang tidak mudah dikuasai.
“Enggak semua orang bisa main musik reggae. Butuh latihan bertahun-tahun karena harus punya soul,” ujar Suma dalam keterangannya.
Lagu “Treng Teng” sendiri hadir dengan pendekatan reggae rock yang lebih modern. Aransemen musik diperkaya dengan beat yang dinamis, permainan bass yang kuat, serta harmonisasi yang mudah diterima pendengar lintas generasi.
Di balik musiknya, pesan yang diangkat tetap membumi, yakni tentang solidaritas komunitas vespa sebagai simbol kebersamaan. Nath melihat nilai tersebut relevan dengan semangat anak muda masa kini yang mencari identitas melalui komunitas.
Ia menekankan bahwa reggae memiliki potensi besar jika digarap secara serius. “Saya ingin anak muda tidak hanya melihat reggae sebagai musik komunitas, tapi juga bisa berkomitmen masuk ke industri,” ujarnya.
Strategi perilisan rutin setiap bulan juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem reggae yang lebih hidup. Dengan konsistensi tersebut, Nath berharap muncul talenta baru yang mampu membawa warna segar di kancah musik nasional.
Selain itu, kehadiran video klip di platform digital menjadi langkah penting dalam memperluas distribusi karya. Visual yang kuat dinilai mampu memperkuat identitas lagu sekaligus menarik perhatian audiens global.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, “Treng Teng” tidak hanya menjadi karya musik, tetapi juga gerakan kecil untuk menghidupkan kembali gairah reggae Indonesia di tengah persaingan industri musik modern. (san/*) #foto dok. nath the lions









