TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Literasi digital menjadi salah satu isu utama dalam Festival KIM 2025 yang digelar di Kota Tangerang. Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang mencapai 229 juta orang mendorong kebutuhan akan penyebaran informasi yang aman dan tepat. Anak dan remaja disebut sebagai kelompok paling rentan di ruang digital.
Dirjen Publikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa hampir separuh pengguna internet adalah anak di bawah 18 tahun. Ia menekankan pentingnya PP Tunas sebagai upaya pemerintah menciptakan ruang digital yang aman. Peraturan tersebut mewajibkan platform digital menyesuaikan konten sesuai batasan usia.
“PP Tunas hadir untuk memastikan ruang digital yang aman bagi anak dan remaja. Hampir separuh pengguna internet adalah anak, sehingga perlindungan digital menjadi prioritas,” kata Fifi.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menyebut pengawasan penggunaan smartphone pada anak perlu diperkuat. Ia menilai orang tua dan pemerintah harus bekerja sama dalam mencegah akses konten negatif. DPRD juga mendorong perluasan literasi digital melalui platform yang mudah diakses anak muda.
“Pengawasan gawai pada anak sangat penting karena akses konten negatif sangat mudah,” kata Rusdi.
Baca juga:Perkuat Program Jaga Jakarta+, Polres Tangerang Kota Intensifkan Latihan Dalmas
“Kami mendorong literasi digital melalui layanan yang bisa diakses generasi muda,” tambahnya.
Festival KIM 2025 juga menyoroti pentingnya menjaga nilai budaya lokal dalam era digitalisasi. Rusdi menyebut karakter generasi muda harus tetap dibangun dengan nilai keindonesiaan dan kedaerahan. Pemerintah berharap peran KIM terus berkembang seiring tantangan digital yang semakin kompleks.









