Lulusan Politeknik Penerbangan Curug Belum Optimal Terserap Dunia Kerja, Ini Akar Persoalannya!

Sejumlah lulusan dari program pendidikan atau jurusan Politeknik Penerbangan Curug diketahui masih banyak yang belum bekerja di pemerintahan. Foto : Fajrin

KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Ketua alumni ikatan Curug (IAC) Elfi Amir mengungkapkan saat ini banyak lulusan Politeknik Penerbangan Curug yang belum terserap optimal di dunia kerja penerbangan.

Sejumlah lulusan dari program pendidikan atau jurusan Politeknik Penerbangan Curug diketahui masih banyak yang belum bekerja di pemerintahan.

Bacaan Lainnya

Ia pun merinci jumlah lulusan dari Politeknik Penerbangan Curug yang masih banyak belum terserap dunia kerja. Meski ia mengakui minimnya serapan dipengaruhi banyak faktor diantaranya pandemi covid19 lalu.

Angka Lulusan yang Belum Terserap

“Seperti penerbang ada 223, teknik listrik bandara 318, teknik navigasi udara 423, teknik pesawat udara 177, Lalu lintas udara 350, itu kira-kira yang paling besar yang belum tertampung karena adanya pandemi dan lain-lainnya,”ujar Tevi sapaan akrab Elfi Amir kepada media, Sabtu 23 September 2023 usai kegiatan Reuni Akbar alumni Politeknik Penerbang Curug.

Ia melanjutkan melihat kondisi fakta tersebut, pihaknya berharap kepada maskapai maupun pihak-pihak terkait untuk dapat menyerap lulusan dari Polteknik Penerbang Curug.

“Kami mohon dari airline yang lalu di rumahkan itu bisa di tarik kembali, kita harapkan kru yang dulu dirumahkan itu bisa di pekerjakan kembali. Kami menghimbau para stakeholder bisa menampung alumni-alumni ini,”ujarnya.

Kepala Politeknik Penerbangan Curug Agustono. Foto : Eky Fajrin

Program Terobosan Politeknik Penerbangan

Sementara itu Kepala Politeknik Penerbangan Curug Agustono berkomentar terhadap situasi tersebut, pihaknya saat ini terus berupaya melakukan inovasi maupun program terobosan sehingga para lulusan Politeknik Penerbang Curug bisa optimal terserap di dunia kerja khususnya di pemerintahan.

“Pendidikan yang kita kelola harusnya match dengan industri aviasi maupun industri lain yang bisa menyerap tenaga kerja dari taruna Politeknik Curug. Saat ini pemerintah membantu belum semua, dan after pandemi semua masih memperbaiki diri masing-masin seperti bandara airline, jadi kita harus maklum,”ujarnya.

Salah satu terobosan yang dilakukan yakni Politeknik Penerbangan Curug dibantu oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dimana difasilitasi untuk magang di Japan Aviation.

“Kami juga akan mengusulkan untuk bekerjasama dengan beberapa industri diluar aviasi. Disini ada beberapa Prodi yang materinya bisa juga diluar aviasi,”imbuhnya.

Ia pun meluruskan perihal pandangan masyarakat yang melihat Politeknik Penerbangan Curug masih merupakan pendidikan vokasi yang lulusannya langsung diterima oleh pemerintah.

“Sekarang itdak lagi, kecuali ada penugasan dari pemerintah, misal pemerintah butuh penerbang kami akan didik. Ini soal sosialisasi namun kami tetap supaya lulusan kami bermanfaat kami lakukan terobosan baru,”tandasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.