Mengatasi Masalah Tawuran dan Kenakalan Remaja, Begini Strategi Pemkot Tangerang

Sejumlah pelajar SMP saat mengikuti pelajaran
Sejumlah pelajar SMP saat mengikuti pelajaran

KOTA TANGERANG,  LENSABANTEN.CO.ID  – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bertekad untuk terus meningkatkan program pendidikan gratis sebagai upaya untuk mengatasi masalah tawuran dan kenakalan remaja yang meresahkan masyarakat. Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismanyah, menyatakan bahwa program ini bertujuan menciptakan generasi masa depan yang terdidik dan berkualitas.

Menurut Arief, pendidikan gratis dapat menghilangkan hambatan ekonomi yang mungkin memicu tawuran dan mendorong para pelajar untuk lebih fokus pada pendidikan. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Pemkot Tangerang percaya bahwa dengan akses pendidikan yang lebih mudah, mereka dapat membantu remaja menghindari perilaku negatif seperti tawuran dan bullying.

Program sekolah gratis yang diterapkan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari usia dini hingga perguruan tinggi. Selain meningkatkan pendidikan, program ini juga bertujuan untuk mendorong perkembangan ekonomi dan mengurangi dampak ekonomi buruk di Kota Tangerang.

Arief menyebut bahwa hingga tahun 2023, program pendidikan di Kota Tangerang mendukung lebih dari 1,4 juta peserta didik dengan pendidikan gratis. Program ini mencakup sejumlah sekolah dan perguruan tinggi, termasuk bantuan biaya pendidikan dan dukungan untuk peserta didik disabilitas.

“Untuk peserta didik tingkat SD mendapatkan Rp 80.000 per bulan, sedangkan untuk tingkat SMP mendapatkan Rp 100.000 per bulan. Dalam hal ini, sebanyak 298 Sekolah Dasar Negeri dan 33 SMP Negeri yang mendapatkan bantuan pendidikan gratis bagi peserta didik. Kemudian Program Bantuan Biaya Operasional Reguler sekolah gratis untuk Sekolah Swasta, dengan mendukung 73 Sekolah Dasar Swasta dan 73 SMP Swasta,” ungkapnya.

Untuk dukungan pendidikan pada perguruan tinggi, Pemkot memberikan mahasiswa bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 6.000.000 per tahun. Hingga tahun 2023, sudah ada 564 penerima bantuan.

Tak lupa juga, bantuan pendidikan untuk 79 Sekolah Inklusi, termasuk 13 TK, 53 SD Negeri, dan 13 SMP Negeri, untuk memastikan akses pendidikan bagi peserta didik disabilitas.

Program ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka tawuran dan kenakalan remaja di wilayah tersebut, serta membentuk generasi muda yang bertanggung jawab pada masa depan bangsa.

Dengan pendidikan yang berkualitas dan inklusif, Pemkot Tangerang berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif para pelajar dan menghindari perilaku negatif yang dapat meresahkan masyarakat.

 

BACA  JUGA  :

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.