Mengenang Sosok “Herman Pramuka”: Dedikasi Separuh Hidup untuk Gerakan Kepramukaan

Mengenang Sosok Herman Pramuka Dedikasi Separuh Hidup untuk Gerakan Kepramukaan
Mengenang Sosok Herman Pramuka Dedikasi Separuh Hidup untuk Gerakan Kepramukaan

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kepergian R. Herman, atau yang lebih akrab disapa “Herman Pramuka”, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Tangerang. Sosok yang dikenal luas karena dedikasi tanpa lelahnya terhadap dunia kepramukaan ini meninggal dunia di usia 69 tahun setelah menjadi korban kecelakaan tabrak lari pada Minggu, 7 Juni 2026 dini hari.

Azhar, keponakan almarhum, menceritakan bahwa kecintaan mendiang pamannya terhadap dunia Pramuka sudah tumbuh sejak kecil. Selama kurang lebih 40 tahun, atau separuh dari usianya, almarhum aktif mengabdikan diri.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya di Tangerang, kiprah almarhum dalam kegiatan kepramukaan dan pengawalan kegiatan infanteri telah menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Jakarta hingga pelosok Jawa Barat, seperti Bumi Perkemahan Cibubur. Ke mana pun beliau pergi, atribut Pramuka selalu melekat pada dirinya.

“Beliau memang sudah sangat cinta sekali sama Pramuka. Siapapun di Tangerang, bahkan banyak petinggi di Tangerang, pun pernah jadi muridnya beliau,” ujar Azhar saat ditemui Lensa Banten di Rumah Duka Alm. Kak Herman, pada Senin, 8 Juni 2026.

Mengenai insiden yang merenggut nyawa almarhum, pihak keluarga saat ini masih menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian terkait kasus tabrak lari yang terjadi di kawasan Jalan Raya Bitung tersebut. Azhar menegaskan bahwa keluarga tidak akan mencabut laporan sebelum kasus ini tuntas.

Azhar, keponakan almarhum
Azhar, keponakan almarhum

Pihak keluarga juga memberikan pesan tegas bagi pelaku penabrakan agar memiliki iktikad baik untuk bertanggung jawab. “Kalau Anda benar-benar merasa bertanggung jawab sebagai manusia, setidaknya datanglah ke rumah kami untuk bicara baik-baik,” tegas Azhar.

Di sisi lain, Azhar mewakili keluarga besar menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas besarnya dukungan serta kasih sayang masyarakat Tangerang terhadap almarhum semasa hidup.

Meskipun almarhum semasa hidupnya tinggal bersama keponakan-keponakannya di Jalan TMP Taruna, dukungan dari masyarakat luas sangat berarti bagi pihak keluarga.

“Terima kasih banyak atas semua kecintaan dan support warga Tangerang untuk Almarhum Pak Herman. Saya juga memohon jika beliau ada salah, mohon dimaafkan sebesar-besarnya,” tutup Azhar.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.