KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli ayam potong di pasar. Imbauan ini disampaikan menyusul masih ditemukannya unggas yang disembelih tidak sesuai dengan syariat Islam, sehingga status kehalalannya patut dipertanyakan.
Pengurus MUI Kota Tangerang, KH Qosasih Fathony, mengatakan masyarakat dapat mengenali secara sederhana apakah ayam telah disembelih sesuai syariat atau tidak, yakni dengan memeriksa bagian leher unggas tersebut.
“Caranya dilihat saja di lehernya. Kalau lehernya tidak putus, jangan dibeli. Sangat kelihatan sekali. Kalau lehernya putus, ya silakan. Kalau tidak putus, jangan dibeli,” ujar Qosasih ditemui di MUI, Jumat 24 Juli 2026.
Menurut dia, pemeriksaan sederhana tersebut penting dilakukan oleh setiap pembeli karena berkaitan langsung dengan kehalalan makanan yang akan dikonsumsi.
Qosasih mengungkapkan, berdasarkan temuan di lapangan, masih ada ayam potong di pasar yang proses penyembelihannya belum sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
“Masih ada saja. Karena mereka gegabah, ceroboh, dan ada juga yang belum memahami tata cara penyembelihan yang benar,” katanya.
Ia menegaskan, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan produk yang dibeli memenuhi ketentuan halal. Ketelitian menjadi salah satu upaya agar tidak mengonsumsi makanan yang status kehalalannya diragukan.
“Pembeli harus benar-benar teliti, karena ini berhubungan dengan makanan. Makanan yang seharusnya halal bisa menjadi haram hanya karena proses penyembelihannya salah,” ujarnya.
Meski demikian, Qosasih menjelaskan bahwa apabila seseorang membeli ayam yang ternyata tidak disembelih sesuai syariat karena benar-benar tidak mengetahuinya, maka hal tersebut dapat dimaklumi. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada unsur kesengajaan setelah mengetahui kondisi tersebut.
“Kalau memang benar-benar tidak tahu, ya dimaklumi. Tapi jangan ada unsur kesengajaan. Sudah tahu, tetapi tetap dibeli dan dikonsumsi, itu yang harus dihindari,” katanya.
MUI Kota Tangerang berharap masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk lebih cermat dalam memilih produk pangan, terutama unggas potong, sehingga makanan yang dikonsumsi benar-benar terjamin kehalalan dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.









