Mengubah Rumah Biasa Jadi Rumah Pintar Tak Harus Mahal, Ini Langkah dan Estimasi Biayanya

Mengubah Rumah Biasa Jadi Rumah Pintar Tak Harus Mahal, Ini Langkah dan Estimasi Biayanya
Mengubah Rumah Biasa Jadi Rumah Pintar Tak Harus Mahal, Ini Langkah dan Estimasi Biayanya

TANGERANG SELATAN, LENSABANTEN.CO.ID — Rumah pintar (smart home) kini bisa dibangun tanpa biaya puluhan juta rupiah. Hunian konvensional dapat diubah secara bertahap dengan perangkat dasar yang dipasang sendiri, mulai dari kisaran ratusan ribu rupiah.

Sebuah media edukasi finansial menyebut paket paling ekonomis cocok bagi pemula. Pemasangannya dilakukan mandiri dan biasanya terdiri dari dua hingga tiga lampu pintar, satu remote inframerah pintar untuk AC atau TV, serta satu stopkontak pintar.

Bacaan Lainnya

Media lain memperkirakan dengan anggaran Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, pengguna sudah dapat memulai dengan satu lampu pintar dan satu smart plug. Adapun satu panduan lain menghitung “starter pack” senilai sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu.

Biayanya jauh lebih besar jika memakai jasa pemasangan profesional. Menurut estimasi sebuah studio desain, paket pemula untuk rumah kecil atau apartemen berkisar Rp8 juta hingga Rp15 juta, sedangkan paket menengah dengan kunci pintar, kamera, dan pengatur AC mencapai Rp18 juta hingga Rp35 juta.

Mulai dari Wi-Fi

Langkah pertama bukan membeli perangkat, melainkan memastikan jaringan internet di rumah memadai. Router yang terlalu jauh dari perangkat dapat membuat respons melambat atau perangkat sering terputus.

Smart plug dan lampu pintar

Perangkat termurah adalah smart plug. Harganya bisa dimulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dan mampu mengubah kipas angin atau dispenser lama menjadi perangkat pintar. Sumber lain menyebut kisaran Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per unit, dengan fitur jadwal, penghitung waktu mundur, dan pemantau konsumsi listrik.

Langkah berikutnya adalah mengganti lampu biasa. Bohlam pintar berkualitas kini tersedia di bawah Rp100 ribu, dengan pengaturan kecerahan, warna, dan jadwal otomatis. Untuk pendingin ruangan dan televisi, remote inframerah pintar dapat menggantikan semua remote fisik di kamar dan pada model terbaru dilengkapi sensor suhu untuk menyalakan AC secara otomatis.

Kamera dan sensor keamanan

Untuk aspek keamanan, kamera IP dalam ruangan dapat diperoleh sekitar Rp200 ribu, sementara kamera luar ruangan tahan cuaca umumnya mulai Rp400 ribu. Pengguna perlu menimbang antara penyimpanan cloud berlangganan dan penyimpanan lokal lewat NVR demi menekan biaya jangka panjang. Selain itu, sensor pintu dan jendela akan mengirim notifikasi ke ponsel begitu ada yang terbuka.

Waspadai risiko keamanan siber

Harga murah tidak boleh mengorbankan keamanan data. Laporan ITSEC Buzz mengutip temuan Consumer Reports 2023 bahwa sejumlah kamera rumah murah dari produsen tak dikenal masih memakai komunikasi tanpa enkripsi dan nyaris tidak pernah menerima pembaruan keamanan.

Laporan itu juga mengingatkan bahwa menyambungkan laptop kerja, kamera, dan smart TV lama ke satu jaringan Wi-Fi yang sama membuka celah bagi peretas untuk berpindah antarperangkat.

Panduan pembelian perangkat IoT menyarankan tiga langkah dasar: mengganti nama pengguna dan kata sandi bawaan, mengaktifkan autentikasi dua faktor bila tersedia, serta rutin memperbarui firmware.

Dibangun bertahap

Pengguna tidak perlu membeli semuanya sekaligus. Disarankan memulai dari satu perangkat, misalnya lampu pintar di teras, memilih ekosistem populer seperti Google Home atau Tuya, dan mempertimbangkan paket bundel yang biasanya lebih murah dibanding membeli satuan. Sebuah panduan juga menyarankan pengguna lebih dulu menentukan bagian rumah yang paling membutuhkan, apakah pencahayaan, keamanan, atau penghematan listrik.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.