Tuyul Seken Tak Cuma Jual Horor, Kisah Pinjol dan Jalan Pintas Jadi Bumbu Komedi

foto dok. gema picture
foto dok. gema picture

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Film Tuyul Seken yang tengah dipersiapkan rumah produksi GEMA Picture tidak hanya mengandalkan sosok makhluk mistis sebagai daya tarik cerita. Di balik unsur horor dan komedi yang ditawarkan, film ini juga akan membawa penonton melihat persoalan ekonomi dan fenomena pinjaman online yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Film yang ditargetkan mulai syuting pada Oktober 2026 tersebut akan menjadikan sosok tuyul sebagai bagian dari cerita yang berkaitan dengan keinginan manusia mendapatkan kekayaan secara cepat. Konsep itu kemudian dikembangkan menjadi komedi yang diharapkan tetap memiliki pesan sosial.

Bacaan Lainnya

Produser Tuyul Seken, Adhi Kartiwa, mengatakan keberadaan tuyul dalam cerita memiliki keterkaitan dengan gambaran kondisi ekonomi seseorang. Menurutnya, mitos tentang tuyul dapat menjadi pintu masuk untuk membahas fenomena mencari jalan pintas dalam kehidupan.

“Kalau bicara soal tuyul, tuyul itu sebenarnya hadir berhubungan dengan kondisi ekonomi seseorang, jalan pintas. Kita bisa menertawakan kondisi kita, kondisi ekonomi kita, dan segala macam hal itu bisa kita ungkapkan dengan cara yang sangat ringan dan menghibur,” ujar Adhi.

Salah satu persoalan yang kemudian diangkat adalah pinjaman online atau pinjol. Fenomena tersebut akan ditempatkan sebagai bagian dari konflik cerita sekaligus menjadi bahan untuk menyampaikan pesan mengenai konsekuensi keputusan finansial yang diambil secara terburu-buru.

“Di film ini kita memberikan suatu edukasi, bekerja dengan tenaga dan pikiran kita masing-masing. Jangan selalu mengandalkan pinjol, karena semakin terjerat semakin lama semakin akan membunuh kita juga. Bukan mengatasi masalah, tapi memperbanyak masalah,” tutur Adhi.

Selain pinjol, karakter debt collector juga mendapat perhatian dalam pengembangan cerita. GEMA Picture berencana menghadirkan penggambaran yang tidak sepenuhnya mengikuti stereotip bahwa penagih utang selalu identik dengan kemarahan dan intimidasi.

“Orang memandang debt collector itu terlalu arogan dan pemarah. Tapi di film ini kita menyajikan bahwa mereka pun bisa secara baik-baik dan rasional,” kata Adhi.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep Tuyul Seken yang berusaha mempertemukan humor dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, unsur komedi tidak hanya ditempatkan sebagai selingan, tetapi juga digunakan untuk mengemas isu sosial agar lebih ringan diterima penonton.

GEMA Picture juga tengah menyiapkan komposisi pemain untuk mendukung konsep tersebut. Tiga karakter utama direncanakan berasal dari kalangan stand up comedy, meski proses pemilihan pemeran masih berlangsung dan akan disesuaikan dengan kebutuhan karakter serta arahan sutradara Indrayanto.

“Pemeran utama dari kita ada tiga orang, mereka dari stand up comedy. Sebenarnya masih memilih pemain yang sesuai dengan karakter dari konsep cerita dan tentunya berdasarkan penilaian dari sutradara,” jelas Adhi.

Persiapan film turut melibatkan sejumlah nama yang hadir dalam selamatan kantor baru GEMA Picture di kawasan Cibubur, Depok, Jawa Barat. Salah satunya Sinta Bachir yang menyambut kesempatan kembali bermain dalam proyek layar lebar.

Menariknya, Sinta mengaku memiliki pengalaman personal yang cukup bertolak belakang dengan genre film tersebut karena dirinya termasuk orang yang mudah takut dengan suasana horor.

“Saya sebenarnya penakut orangnya. Jadi kalau syuting, kru enggak boleh jauh-jauh dari aku,” ujar Sinta sambil bercanda.

Saat ini GEMA Picture masih mematangkan skenario, pemain, lokasi dan kebutuhan teknis produksi. Sukabumi dan Bandung menjadi dua wilayah yang tengah dipertimbangkan sebagai lokasi pengambilan gambar.

Jika persiapan berjalan sesuai rencana, kamera *Tuyul Seken* akan mulai bergulir pada Oktober 2026. Setelah melewati tahap produksi dan penyuntingan, film tersebut ditargetkan hadir di bioskop pada 2027 dengan membawa perpaduan horor komedi sekaligus cerita yang bersinggungan dengan persoalan ekonomi masyarakat. (san/*) #foto dok. gema picture

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.