KOTA TANGERANG SELATAN, LENSABANTEN.COID — Organisasi Kepemudaan (OKP) Tangerang Selatan menolak Musyawarah Daerah (Musda)-5 Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI). Alasannya karena dinilai cacat regulasi dan terdapat beberapa kejanggalan.
Para pemuda itu tergabung dalam Gerakan lintas Agama yang terdiri dari 21 organisasi kepemudaan lintas agama, ideologi.
Gerakan Ansor, Ikatan Pelajar Nadzatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nadzatul Ulama (IPPNU) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Fatayat NU, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Katholik, Gema Buddhi, Hikma Buddhi, KAMMI, Forum Komunikasi Agama (FLI) Hima Persis, Semmi, Satria, GPI, Perisai, PMI, BM Pan.
Sikap tegas yang di sampaikan para organisasi Kepemudaan (OKP) sebagai berikut.
1.SK Pengurus Kecamatan (PK) KNPI se-Tangsel ditandatangani oleh Caretaker yang juga merupakan kandidat calon Ketua, yang menurut kami tidak sah dan mengandung konflik kepentingan.
2. Proses MUSDA berlangsung secara terburu-buru dan sarat akan kepentingan kelompok tertentu, bukan mencerminkan semangat demokrasi pemuda.
3. Proses MUSDA tertutup, tidak transparan, dan mengabaikan komunikasi yang terbuka dengan seluruh OKP yang terdaftar di Tangsel.
4. Adanya intervensi oknum Steering Committee (SC) dalam memberikan rekomendasi PK kepada salah satu calon, padahal SC seharusnya bersifat netral.
5. Minimnya partisipasi dalam Rapimpurda, sehingga kami menganggap forum tersebut tidak kuorum dan cacat prosedural.
6. Tidak terbukanya data peserta terhadap permintaan sejumlah OKP, yang melanggar prinsip hak atas informasi dalam proses organisasi.
Atas dasar hal-hal tersebut, Persatuan Organisasi Pemuda Lintas Agama menyatakan sikap tegas:
1. Mendesak pembatalan keseluruhan agenda MUSDA Ke-5 KNPI Kota Tangerang Selatan.
2. Menuntut pelaksanaan Rapimpurda ulang yang melibatkan seluruh OKP sah dan terdaftar di Kota Tangerang Selatan secara adil dan terbuka.
3. Menuntut transparansi penuh dari SC dan OC dalam seluruh proses penyelenggaraan MUSDA KNPI Tangsel, termasuk pembukaan data dan komunikasi formal kepada seluruh peserta.
“Kami menegaskan bahwa KNPI adalah rumah besar pemuda, bukan alat politik atau agenda pribadi segelintir pihak. Jangan nodai semangat kebangsaan, keberagaman, dan idealisme generasi muda dengan proses politik yang tidak sehat,” tutup persatuan OKP.









