JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Marcello Tahitoe, atau yang akrab disapa Ello, kembali menunjukkan fleksibilitas dan kematangan bermusiknya melalui album terbarunya yang bertajuk Ombak Melankolia.
Album ketujuh ini menjadi sebuah babak baru dalam kariernya, di mana ia secara berani keluar dari zona nyaman musik rock yang selama ini melekat padanya.
Ombak Melankolia hadir dengan menawarkan sebuah pengalaman mendengarkan yang lebih tenang, dalam, dan sangat personal.
Keputusan Ello untuk menggarap album dengan nuansa low-dynamic secara keseluruhan menjadi sebuah kejutan yang menarik bagi para penggemarnya.
Setelah sukses meraih pujian dan penghargaan untuk album rock 99, langkah ini menunjukkan keberanian Ello dalam bereksplorasi dan menyajikan sesuatu yang benar-benar baru. Perubahan arah musikal ini membuktikan bahwa Ello tidak ingin terpaku pada satu genre saja.
“Ini adalah album ketujuh gue. Di ‘Ombak Melankolia’ ini isinya full low-dynamic song, sesuatu yang tidak pernah ada di enam album gue sebelumnya,” kata Ello, Minggu, 4 Mei 2025.
Ia juga mengungkapkan bahwa eksplorasi ini adalah salah satu cara untuk menjaga semangatnya dalam menciptakan musik yang relevan dan menarik.
Album Ombak Melankolia tidak hanya menawarkan nuansa musik yang berbeda, tetapi juga kaya akan kolaborasi dengan musisi-musisi ternama.
Kehadiran Iga Massardi, Pandu Fuzztoni, Vega Antares, Timotius Firman, dan Eki Puradiredja dalam proses produksi album ini memberikan dimensi baru pada setiap lagu.
Kontribusi dari berbagai musisi dengan latar belakang dan gaya yang berbeda memperkaya aransemen dan warna musik dalam album ini.
“Ngerjain lagu bareng mereka membuat gue dapat ilmu-ilmu baru dan belajar bahwa setiap musisi punya treatment dan taste yang berbeda-beda dalam membuat musik,” jelas Ello.
Mengenai manfaat dari kolaborasi ini. Ia merasa bahwa proses ini tidak hanya memperkaya albumnya secara musikal, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang berharga baginya sebagai seorang musisi.
Dengan merilis Ombak Melankolia, Ello berharap dapat mengajak para pendengarnya untuk merasakan spektrum emosi yang lebih luas melalui musiknya.
Album ini tidak hanya sekadar kumpulan lagu, tetapi juga sebuah perjalanan batin yang diungkapkan melalui melodi dan lirik yang mendalam. Nuansa sendu yang terasa dalam setiap lagu diharapkan dapat menyentuh hati para pendengar dengan cara yang berbeda.
“Semoga kalian bisa menikmati vibe yang berbeda dari album-album sebelumnya dan merasakan alunan sendu di setiap lagu di album yang sangat variatif ini,” ujar Ello.
Ia menyampaikan harapannya agar album ini dapat diterima dan diapresiasi oleh para pecinta musik Indonesia. Ombak Melankolia menjadi bukti evolusi musikal Ello yang semakin matang dan berani dalam bereksperimen.
Album ini menjadi penanda penting dalam perjalanan musik Marcello Tahitoe, menunjukkan bahwa ia tidak hanya mampu berkarya dalam satu genre, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan menghadirkan sesuatu yang segar dan inovatif.
Ombak Melankolia diharapkan dapat menjadi sebuah kontribusi berharga bagi industri musik Indonesia dan memperkuat posisi Ello sebagai salah satu musisi yang patut diperhitungkan. (san/*) #foto dok. ig@mkrecordsid dan marcello_tahitoe









