TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Perayaan Pekan Suci 2026 di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) Paroki Tangerang, tidak hanya menjadi momentum ibadah. Tahun ini, gereja juga menekankan makna pembaruan iman dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tema yang diangkat adalah “Kristus Bangkit Memperbarui Kehidupan Kita”. Tema ini selaras dengan arah dasar Keuskupan Agung Jakarta tentang keutuhan alam ciptaan.
Paskah Dimaknai sebagai Transformasi Hidup
Rm. Athanasius Kristiono Purwadi, SJ, menjelaskan bahwa Paskah dipahami sebagai perayaan kebangkitan Kristus yang membawa harapan baru. Umat diajak untuk memperbarui cara berpikir, bersikap, dan bertindak.
Nilai kasih, keadilan, dan solidaritas menjadi inti dari perayaan ini. Pembaruan ini dimulai dari keluarga sebagai komunitas terkecil.
“Iman perlu diwujudkan secara nyata, termasuk dalam membangun persaudaraan dan menghadirkan bela rasa terhadap persoalan sosial,” jelasnya kepada awak Jurnalis saat sesi Konferensi Pers di Gereja HSPMTB Tangerang pada Kamis, 2 April 2026.
Rm. Athanasius Kristiono Purwadi, SJ menyatakan bahawa perayaan tahun ini juga bertepatan dengan Tahun Yubileum 2025. Momentum ini memperingati 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi.
Nilai yang diangkat adalah kesederhanaan, persaudaraan, dan cinta lingkungan. Hal ini menunjukkan kesinambungan dengan semangat pembaruan iman dalam Paskah.
“Semangat Tahun Yubileum ini sejalan dengan keutuhan alam ciptaan, yaitu iman yang kuat, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” paparnya.
Jika dibandingkan, Tahun Yubileum sebelumnya (2025) lebih menekankan refleksi iman secara umum. Sementara pada 2026, fokus diperluas ke isu lingkungan dan solidaritas sosial.
Meski memiliki penekanan berbeda, keduanya tetap saling berkesinambungan. Tujuannya sama, yaitu memperdalam iman dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata.
Sabinus Sahaka, Ketua Panitia Paskah 2026, mengungkapkan berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat makna perayaan. Selain misa, terdapat Tablo dan Paskah Keluarga yang melibatkan umat secara aktif.
Kegiatan ini diharapkan mempererat kebersamaan. Sekaligus menanamkan nilai iman kepada generasi muda.
“Tablo adalah kegiatan teatrikal yang diperankan anak-anak muda untuk memperingati perjalanan penderitaan Kristus,” ungkapnya.
“Kami berharap umat dapat merayakan Paskah dengan penuh sukacita bersama keluarga,” imbuhnya.
Panitia juga mengajak umat untuk mengurangi penggunaan plastik. Umat diminta membawa tumbler sebagai langkah sederhana menjaga lingkungan.
Gerakan ini menjadi bagian dari implementasi iman dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus menjawab tantangan lingkungan di perkotaan.
“Umat yang datang ke gereja kita ajak untuk membawa tumbler sendiri untuk mengurangi sampah plastik,” kata Sabinus Sahaka.
Melalui rangkaian ini, Paskah tidak hanya dirayakan sebagai ritual keagamaan. Namun juga sebagai gerakan nyata untuk membangun kehidupan yang lebih baik.










