Pemkot Tangerang Perluas Program Kelurahan Tangguh Bencana, Targetkan 80 Kelurahan pada 2026

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui program Kelurahan Tangguh Bencana. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 65 kelurahan telah tergabung dalam program tersebut.

Pemkot Tangerang menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 80 kelurahan dalam waktu dekat. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendeteksi dan menangani risiko bencana sejak dini.

Bacaan Lainnya

Masyarakat Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, mengatakan setiap wilayah yang memiliki potensi kebencanaan akan didorong untuk bergabung dalam program Kelurahan Tangguh Bencana. Langkah ini dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana di lingkungan masing-masing.

“Setiap titik wilayah yang memiliki potensi kebencanaan di Kota Tangerang kami bentuk menjadi Kelurahan Tangguh Bencana. Mudah-mudahan dari 65 kelurahan yang ada saat ini dapat bertambah menjadi 80 kelurahan dari total 104 kelurahan yang ada,” kata Maryono kepada awak media.

Menurut Maryono, program tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapsiagaan saat bencana terjadi. Kelurahan Tangguh Bencana juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan deteksi dini bagi masyarakat.

“Kelurahan Tangguh Bencana berfungsi untuk mensosialisasikan, mendeteksi dini, serta memitigasi dampak buruk dari berbagai bencana yang ada di wilayahnya masing-masing. Dengan begitu, saat terjadi bencana, petugas BPBD maupun pemadam kebakaran dapat bekerja lebih cepat dan tepat,” jelas Maryono.

Kelurahan Dilengkapi Bantuan APAR

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Pemkot Tangerang juga menyalurkan bantuan alat pemadam api ringan (APAR) kepada kelurahan yang tergabung dalam program tersebut. Peralatan itu ditempatkan di pos RW maupun balai warga untuk mendukung penanganan awal saat terjadi kebakaran.

Menurut Maryono, keberadaan APAR di lingkungan warga diharapkan mampu mengurangi risiko meluasnya kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.

“Program ini juga disertai bantuan APAR yang ditempatkan di lingkungan warga. Tujuannya agar masyarakat dapat melakukan mitigasi awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi,” tuturnya.

Pemkot Tangerang Perluas Program Kelurahan Tangguh Bencana, Targetkan 80 Kelurahan pada 2026
Pemkot Tangerang Perluas Program Kelurahan Tangguh Bencana, Targetkan 80 Kelurahan pada 2026

BPBD Target Bentuk 20 Kelurahan Baru

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyebut pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana menjadi salah satu program prioritas daerah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks ketahanan daerah Kota Tangerang terhadap berbagai ancaman bencana.

BPBD menargetkan pembentukan 20 kelurahan tambahan sepanjang tahun 2026. Ke depan, seluruh kelurahan di Kota Tangerang diharapkan dapat bergabung dalam program tersebut.

“Target awal kami pada tahun 2026 adalah membentuk 20 kelurahan tambahan. Namun mudah-mudahan seluruh kelurahan dapat segera bergabung dalam program ini,” ungkap Mahdiar.

Mahdiar menjelaskan setiap kelurahan nantinya akan membentuk tim khusus yang bertugas memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Tim tersebut akan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan pemahaman warga mengenai mitigasi bencana.

“Tim yang dibentuk oleh lurah nantinya akan menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada warga tentang cara menghadapi risiko kebakaran, banjir, dan berbagai potensi bencana lainnya,” imbuhnya.

Edukasi Jadi Kunci Menekan Risiko Kebakaran

Mahdiar menilai setiap wilayah memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan yang berbeda-beda. Karena itu, strategi mitigasi yang diterapkan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Terkait kejadian kebakaran, Mahdiar menyebut jumlah kasus di Kota Tangerang cenderung fluktuatif. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari instalasi listrik, cuaca panas, hingga kelalaian manusia.

“Secara umum jumlah kejadian relatif hampir sama, namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka kebakaran saat ini masih lebih rendah. Mudah-mudahan dengan semakin banyak edukasi yang diberikan kepada masyarakat dan sektor swasta, risiko kebakaran besar dapat terus ditekan,” tutup Mahdiar.

Program Kelurahan Tangguh Bencana juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, RT, RW hingga pihak swasta. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih siap, aman, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.