KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana melakukan normalisasi sejumlah aliran kali di wilayah Tangerang Raya sebagai upaya menanggulangi banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Langkah ini menyasar titik-titik rawan banjir di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan bahwa Tim Pengendali Banjir telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak. Rapat tersebut melibatkan Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian.
“Dalam jangka pendek, kita akan meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk identifikasi titik-titik mana yang bisa diperbaiki dalam waktu cepat, seperti tanggul rusak dan mana yang perlu normalisasi,” kata Arlan di Kota Serang, pada hari Selasa, 15 Juli 2025.
Menurut Arlan, proses pendataan titik-titik rawan telah rampung. Saat ini pihaknya bersama stakeholder terkait sedang melakukan survei lapangan untuk menindaklanjuti hasil pendataan tersebut.
“Kemarin, pendataan sudah selesai. Hari Senin dan hari ini sudah lakukan survei untuk lakukan tindak lanjut,” ucapnya.
Arlan juga mengungkapkan bahwa beberapa wilayah yang akan menjadi prioritas normalisasi berada di kawasan Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, serta di Ciledug Indah, Kota Tangerang.
“Kita akan normalisasi di Maharta, Kali Serua. Nanti di Kota Tangerang di Ciledug Indah,” ujarnya.
Sebelumnya, wilayah Jabodetabek, termasuk Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, dilanda banjir pada Senin, 7 Juli dan Selasa, 8 Juli 2025. Gubernur Banten, Andra Soni, menyebut bahwa kawasan-kawasan terdampak banjir merupakan wilayah rawan.
“Tadinya banjir itu musiman, empat tahun sekali. Sekarang makin pendek. Perkembangan wilayah yang makin padat dan berbagai faktor lainnya menyebabkan banjir bisa terjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Contohnya di Ciledug Indah, Puri Kartika, Maharta, Jurangmangu, dan lainnya,” jelasnya kepada awak media pada Selasa, 8 Juli 2025.
Andra menekankan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah penyempitan saluran air. Untuk itu, diperlukan sinergi dari berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami sudah membentuk Satgas Pengendalian Banjir yang dipimpin oleh Pak Sekda. Mudah-mudahan bisa segera bekerja. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari solusi bersama antara pemerintah pusat, pemprov, pemkab/kota, dan para pengembang,” ujarnya.
Dengan dimulainya langkah-langkah konkret ini, diharapkan permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan Tangerang Raya dapat segera teratasi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah terdampak.









