TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk mendeteksi berbagai potensi gangguan dan persoalan di lingkungan masyarakat. Para pengurus FKDM dari tingkat kelurahan hingga kota diberikan pembinaan dan pelatihan agar lebih sigap membaca situasi serta menyampaikan laporan.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan mengatakan, pembinaan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan FKDM dalam menjalankan tugasnya. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Kota Tangerang, Wakapolres Metro Tangerang Kota, Dandim, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta Kesbangpol.
Maryono berharap, para pengurus FKDM bisa terus bersinergi dengan Pemkot Tangerang dan berbagai unsur masyarakat. Termasuk membangun koordinasi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta RT dan RW di lingkungan masing-masing.
“Tujuannya agar teman-teman FKDM dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Tangerang dan masyarakat melalui komponen-komponen yang ada, baik Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta RT/RW di lingkungan masing-masing,” ujarnya, saat dikonfirmasi awak media di Mapolres Metro Tangerang Kota pada Rabu, 4 November 2026.
Dia menjelaskan, peserta pelatihan merupakan perwakilan FKDM dari setiap kelurahan, kecamatan, hingga pengurus tingkat kota. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG), termasuk cara membuat laporan yang baik dan tepat.
Maryono ingin para peserta semakin aktif dan mampu membangun komunikasi dengan pemerintah di setiap tingkatan. Namun, ia mengingatkan agar pengurus tetap memberikan masukan sesuai tugas pokok dan fungsi serta tidak melampaui kewenangannya.
“Harapannya mereka lebih adaptif, masif, dan komprehensif dalam berkoordinasi serta berkolaborasi dengan pemerintah, baik di tingkat kelurahan, kecamatan maupun kota,” katanya.
Dukungan terhadap penguatan FKDM juga disampaikan Ketua DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah. Menurutnya, keberadaan forum tersebut dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai persoalan di masyarakat agar tidak berkembang menjadi gejolak yang lebih besar.
“Ini luar biasa, program Kesbangpol yang memang kami dari DPRD akan support secara maksimal. Forum kewaspadaan dini masyarakat ini sangat diperlukan hari ini, karena banyak gejolak di masyarakat yang harus bisa diantisipasi,” ungkap Saiful.
Bahkan, Saiful mengusulkan agar keberadaan FKDM diperluas hingga tingkat RW, bukan hanya di tingkat kelurahan. Dengan begitu, informasi mengenai kondisi dan persoalan di lingkungan warga bisa lebih cepat diketahui.
“Kalau perlu Kesbangpol membentuk sampai tingkat RW, bukan lagi tingkat kelurahan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, pembentukan FKDM di Kota Tangerang bukan semata-mata karena gejolak politik nasional. Menurutnya, forum tersebut memang diperlukan sebagai wadah untuk memperkuat kewaspadaan masyarakat dan menjaga toleransi di tengah berbagai dinamika sosial.
Sementara itu, Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengatakan, pihak kepolisian turut memfasilitasi pembukaan kegiatan pelatihan tersebut. Adapun pelatihan inti bagi para peserta selanjutnya akan dilaksanakan di Depok.
Fiki menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan, pengurus FKDM tingkat kelurahan akan bersinergi dengan Bhabinkamtibmas. Sementara di tingkat kecamatan, koordinasi dilakukan bersama Babinsa untuk mendeteksi lebih awal setiap gejolak yang muncul di tengah masyarakat.
Informasi yang ditemukan nantinya akan diteruskan kepada pemerintah daerah, kepolisian, maupun Kodim agar bisa segera ditindaklanjuti. Dengan koordinasi tersebut, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan dengan baik sebelum berkembang lebih luas.









