Pj Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin: Strategi Mengatasi Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri

Pj Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin: Strategi Mengatasi Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri
Pj Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin: Strategi Mengatasi Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID –  Pj Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, menyampaikan pentingnya strategi ganda dalam memastikan pelayanan pendidikan dasar yang optimal di Kota Tangerang. Dalam upaya memenuhi kewajiban pemerintah daerah, Dr. Nurdin menyoroti dua sisi utama: keberadaan sekolah negeri dan partisipasi masyarakat melalui sekolah-sekolah swasta.

Saat ini, daya tampung SMP negeri di Kota Tangerang hanya sekitar 35 persen. Dari lebih dari 30 ribu lulusan SD, sekolah negeri hanya mampu menampung sekitar 11 ribu siswa. “Jadi sekitar 35 persen,” jelas Dr. Nurdin.

Bacaan Lainnya

Dr. Nurdin menjelaskan dua pendekatan utama untuk mengatasi kekurangan daya tampung ini. Pertama, melalui sekolah partisipasi masyarakat yang menawarkan pendidikan berkualitas dengan biaya penuh. “Bagi sekolah yang bagus, biaya bukan menjadi masalah karena masyarakat sudah siap dengan pembiayaannya,” ujarnya.

Kedua, pemerintah mendorong kebijakan sekolah swasta gratis bagi masyarakat kurang mampu yang tidak mendapatkan tempat di sekolah negeri. Kebijakan ini bersifat sukarela antara pemerintah dan pihak sekolah swasta. “Bagi yang ingin memutuskan kerjasama dengan Pemkot Tangerang karena ingin mandiri, tentu kita tidak bisa melarang,” tambahnya.

Rencana Pengembangan Kapasitas Sekolah Negeri

Dalam upaya meningkatkan kapasitas sekolah negeri, Dr. Nurdin telah berkoordinasi dengan DPRD Kota Tangerang. Ada dua strategi utama yang sedang diinventarisasi oleh dinas pendidikan: menambah ruang kelas di sekolah yang sudah ada dan membangun sekolah negeri baru. “Ini sedang diinventarisir oleh dinas pendidikan dimana yang perlu dibangun sekolah negeri baru, dimana yang tidak bisa menambah kapasitas jumlah kelasnya,” jelasnya.

Untuk jangka pendek, pemerintah Kota Tangerang mengadopsi kebijakan transisi dengan menyediakan sekolah gratis di sekolah swasta. Ke depan, Dr. Nurdin berencana mengalihkan subsidi langsung ke siswa. “Kita hapus sekolah gratis atau kita kurangi sekolah gratis tetapi kita tambah beasiswa personal kepada anak-anak,” ujarnya.

Sebagai contoh, jika saat ini satu anak mendapatkan 100 ribu dan subsidi 1,8 juta untuk sekolah gratis, maka ke depan jumlah tersebut akan ditambahkan langsung ke anak. “Sehingga kemampuan untuk sekolah walaupun tidak dengan embel-embel sekolah swasta gratis tetap dia bisa sekolah gratis,” tambahnya.

Peninjauan Kerjasama dengan Sekolah Swasta

Dr. Nurdin juga menyinggung adanya dua sekolah yang mundur dari kerjasama. “Yang saya dengar ada dua sekolah yang mundur dari kerjasama, nanti saya cek kembali untuk memastikan,” ujarnya. Anggaran untuk sekolah yang mundur tidak akan dicairkan, dan subsidi biaya sekolah bagi anak-anak yang sudah terlanjur bersekolah di sana akan diupayakan untuk ditambah.

Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya mencari solusi terbaik untuk memastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dr. Nurdin menegaskan pentingnya kerjasama dengan DPRD dan berbagai pilihan kebijakan yang fleksibel. “Karena intinya adalah memastikan anak-anak kita tetap bisa sekolah,” tutupnya.

Dengan berbagai strategi ini, Dr. Nurdin optimis bahwa tantangan keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Kota Tangerang dapat diatasi dengan baik, memberikan harapan baru bagi pendidikan di kota ini.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.