KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Merayakan dua dekade kiprahnya di industri kesehatan, Primaya Hospital Tangerang resmi meluncurkan fasilitas Poliklinik Eksekutif terpadu. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menekan angka masyarakat Indonesia yang masih memilih berobat ke luar negeri sekaligus memperkuat posisi Provinsi Banten sebagai destinasi wisata medis (medical tourism).
Gubernur Banten, Andra Soni, bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin turut hadir meresmikan fasilitas yang berlokasi di kawasan Cikokol tersebut.
Peresmian ini menandai transformasi besar Primaya yang kini bertransformasi menjadi salah satu pusat layanan kesehatan modern di jantung Kota Tangerang.
Transformasi 20 Tahun: Dari 100 ke 250 Tempat Tidur
Dalam sambutannya, CEO Primaya Hospital, Leona A. Karnali, merefleksikan perjalanan panjang rumah sakit yang pertama kali dibuka pada tahun 2006 tersebut. Tahun 2026 ini menjadi momentum krusial bagi grup Primaya.
“Tepat pada usia 20 tahun ini, kami kini telah memiliki 20 rumah sakit dalam grup Primaya Hospital. Tantangannya bukan sekadar menambah jumlah gedung, tapi bagaimana meningkatkan kualitas layanan secara global agar masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri,” ujar Leona dalam sambutannya, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia merinci sejumlah pengembangan signifikan di Primaya Tangerang:
* Kapasitas: Meningkat dari satu gedung dengan 4 lantai dan 100 tempat tidur, kini menjadi hampir 250 tempat tidur.
* Layanan Unggulan: Memiliki dua unit Cath Lab untuk tindakan jantung.
* Kemampuan Bedah: Mampu melakukan prosedur bedah jantung komprehensif.
Komitmen Sinergi dan Aksesibilitas BPJS
Gubernur Banten, Andra Soni, mengapresiasi langkah Primaya yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ia menekankan bahwa kualitas layanan di wilayah perbatasan Jakarta harus setara atau bahkan lebih baik dari ibu kota.
Namun, Andra memberikan catatan penting mengenai inklusivitas layanan.
“Prinsip saya, selama rumah sakit itu melayani BPJS, diundang berapa kali pun kami akan hadir. Kita tidak ingin keberadaan rumah sakit mewah hanya menjadi tontonan golongan mampu saja. Alhamdulillah, Primaya tetap berkomitmen melayani seluruh lapisan masyarakat,” tegas Andra Soni.
Kesan Personal: “Rumah Sakit yang Tidak Menakutkan”
Menariknya, Gubernur Andra Soni membagikan pengalaman pribadi saat orang tuanya menjalani perawatan jantung di Primaya Hospital Tangerang. Ia memuji desain dan atmosfer rumah sakit yang mampu menghilangkan kesan “menakutkan” bagi pasien.
“Orang tua saya awalnya takut ke rumah sakit, tapi di sini beliau merasa nyaman. Mungkin karena suasananya yang tidak seperti rumah sakit konvensional. Ini penting untuk psikologis pasien,” ungkapnya.
Dengan fasilitas baru ini, Primaya Hospital Tangerang kini menjadi salah satu dari 132 rumah sakit di Banten yang direferensikan sebagai pelopor Wisata Medis, menawarkan kenyamanan setara hotel dengan standar medis kelas dunia.










