KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID-– Kota Tangerang kini bukan sekadar kota transit atau penyangga ibu kota. Di bawah ambisi besar memperkuat sektor ekonomi kreatif dan jasa, kota ini mulai memposisikan diri sebagai destinasi Wisata Medis (Medical Tourism) unggulan di Indonesia.
Optimisme ini dipertegas dengan kesiapan infrastruktur kesehatan yang kian premium, menyasar segmen masyarakat yang selama ini terbiasa mencari penyembuhan ke luar negeri seperti Singapura atau Malaysia.
Empat Raksasa Medis Jadi Ujung Tombak
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengungkapkan bahwa Kota Tangerang memiliki modal besar dengan keberadaan 35 rumah sakit. Namun, secara spesifik, terdapat empat rumah sakit swasta yang telah memiliki fokus kuat untuk menunjang wisata medis.
“Yang memiliki fokus pada wisata medis itu ada empat: EMC, Mandaya, Mayapada, dan Primaya. Keempatnya sangat bagus. Bahkan, RS Primaya telah ditetapkan melalui SK Dirjen Yankes sebagai pusat wisata medis di Provinsi Banten,” ujar dr. Dini.
Menurut dr. Dini, kehadiran layanan eksekutif di rumah sakit-rumah sakit tersebut bukan sekadar gaya hidup, melainkan strategi ekonomi. Sasarannya jelas: seluruh lapisan masyarakat, terutama kelas menengah ke atas yang mendambakan kenyamanan.

“Tujuannya agar masyarakat yang tadinya berniat berobat ke luar negeri, bisa berobat di sini saja. Tidak perlu ke luar negeri atau bahkan ke Jakarta; cukup di Tangerang. Dengan begitu, roda ekonomi kita akan terus berputar,” tambahnya.
Menjawab Tantangan “Patient Journey”
Senada dengan hal tersebut, CEO RS Primaya Tangerang, Leona A. Karnali, menjelaskan bahwa tren warga Indonesia berobat ke luar negeri dipicu oleh tiga faktor utama: kelengkapan layanan klinis, pengalaman pasien (patient journey), dan keterjangkauan (affordability).
Untuk memutus tren tersebut, RS Primaya kini mengandalkan Poli Eksekutif sebagai jawaban atas kebutuhan kenyamanan dan kecepatan pelayanan.
“Kami ingin mengubah patient experience. Dengan poli eksekutif, pasien merasa lebih dilayani dan nyaman (comfort). Dari sisi kualitas, kami sudah terakreditasi internasional oleh JCI (Joint Commission International) sejak 2014. Jadi, kualitas kita sebenarnya tidak berbeda dengan rumah sakit di luar negeri,” tegas Leona.
Leona juga menambahkan bahwa kepercayaan publik internasional mulai tumbuh.
Saat ini, warga negara asing (WNA) sudah mulai rutin mendapatkan perawatan di RS Primaya Tangerang, sebuah bukti nyata bahwa standar medis lokal telah memenuhi ekspektasi global.
Optimisme Ekonomi Lokal
Langkah transformasi medis ini diharapkan mampu menekan angka capital outflow (aliran uang keluar) dari sektor kesehatan. Meski tidak menampik bahwa motivasi “kulineran atau jalan-jalan” saat berobat ke luar negeri tetap ada,
Pemerintah Kota Tangerang yakin bahwa kemudahan akses dan layanan komprehensif di dalam kota akan menjadi magnet baru yang kuat.
Dengan standar internasional di depan mata, warga Tangerang dan sekitarnya kini punya pilihan: terbang ke mancanegara atau cukup berkendara ke jantung kota sendiri untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik.









