Profil Harun Masiku yang Menyeret Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto dan Mantan MenkumHAM Yasona Laoly

Profil Harun Masiku yang Menyeret Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto dan Mantan MenkumHAM Yasona Laoly
Profil Harun Masiku yang Menyeret Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto dan Mantan MenkumHAM Yasona Laoly

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Kasus buronan Kader PDI Perjuangan Harun Masiku setelah menyeret Sekjen Hasto Kristiyanto kini juga membuat mantan Menkumham Yasona Laoly juga dicekal keluar negeri.

Harun Masiku saat ini keberadaannya masih belum diketahui. Jejaknya masih misterius karena hingga saat ini masih berlum berhasil ditangkap.

Bacaan Lainnya

Siapa sesungguhnya sosok Harun Masiku ini, mungkin belum banyak orang yang tahu.

Profil Harun Masiku

Harun Masiku lahir di Jakarta pada 21 Maret 1971. Ia merupakan anak dari pasangan Johannes Masiku dan Elisabeth Liling.

Harun menyelesaikan pendidikan di Universitas Hasanuddin pada tahun 1994 dan melanjutkan studi ke University of Warwick, Inggris. Selama di Inggris, ia aktif sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia United Kingdom West Midland.

Karier politik Harun dimulai sebagai calon anggota legislatif dari Partai Demokrat pada Pemilu 2014 di Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III. Namun, pada Pemilu 2019, ia berpindah ke PDI Perjuangan dan mencalonkan diri di Dapil Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6. Dalam pemilu tersebut, Harun hanya memperoleh 5.878 suara, jauh di bawah calon lain yang memperoleh puluhan ribu suara.

Pada Januari 2020, Harun ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, terkait penetapan anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Sejak itu, Harun menghilang dan menjadi buronan KPK.

Kasus Harun Masiku menjadi perhatian publik karena melibatkan upaya suap untuk mempengaruhi proses demokrasi di Indonesia. Hingga kini, KPK terus berupaya untuk meringkusnya.

Demo Harun Masiku Berakhir Ricuh

Aksi demonstrasi yang menuntut penangkapan buronan Harun Masiku di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berakhir ricuh, Jakarta, Senin, 23, Desember 2024.

Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa mendesak KPK untuk segera menangkap Harun Masiku, mantan kader PDI Perjuangan yang telah buron hampir lima tahun.

Awalnya, demonstrasi berlangsung damai sejak pukul 13.00 WIB. Namun, situasi memanas menjelang sore hari. Massa melakukan aksi vandalisme dengan mencoret-coret dinding gedung KPK menggunakan cat semprot dan melempar batu ke arah gedung. Beberapa coretan di dinding gedung KPK bertuliskan “Kandang Babi”.

Pihak keamanan berusaha membubarkan massa yang semakin anarkis. KPK mengingatkan para demonstran bahwa tindakan kekerasan dan perusakan fasilitas publik dapat berujung pada jeratan pidana.

Harun Masiku menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, pada tahun 2020. Sejak itu, ia menghilang dan masuk dalam daftar buronan KPK. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, hingga kini keberadaan Harun Masiku belum diketahui.

Demonstrasi ini mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja KPK dalam menangani kasus korupsi yang melibatkan Harun Masiku. Mereka berharap KPK dapat segera menangkap dan mengadili Harun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.