Program Angkutan Gratis Pelajar Kota Tangerang Tuai Apresiasi dan Kritik

Program Angkutan Gratis Pelajar Kota Tangerang Tuai Apresiasi dan Kritik
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi meluncurkan program angkutan pelajar gratis bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi meluncurkan program angkutan pelajar gratis bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2025. Program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dan Maryono Hasan, yang mengusung inisiatif bertajuk Gampang Sekolah.

Melalui pemanfaatan armada bus Tayo dan angkutan Si Benteng, siswa kini dapat menikmati layanan transportasi tanpa biaya pada trayek tertentu di wilayah Kota Tangerang. Program ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga, menyediakan moda transportasi yang ramah lingkungan, serta memperluas akses pelajar menuju dunia pendidikan.

Bacaan Lainnya

Meski mendapatkan sambutan positif, kritik terhadap pelaksanaan program ini mulai bermunculan dari kalangan legislatif. Salah satunya disampaikan oleh Anggota Badan Anggaran dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang, Teja Kusuma, yang menyoroti belum meratanya jangkauan layanan hingga ke sejumlah kecamatan.

“Pelayanan program angkutan gratis ini prinsipnya harus memenuhi prinsip azas keadilan. Jangan sampai ada siswa yang mendapat layanan transportasi gratis sementara di wilayah lain tidak akibat jauh dari akses,” kata Teja, pada Minggu, 22 Juni 2025.

Teja menegaskan pentingnya penerapan tiga prinsip utama dalam program ini, yakni keadilan, utilitas, dan pemerataan. “Pertama, keadilan harus merata semua pelajar tanpa terkecuali. Kedua, manfaat program ini harus benar-benar mengurangi beban pengeluaran orang tua. Ketiga, pemerataan yaitu infrastruktur dan trayek wajib diperluas agar benar-benar menyentuh pelosok Kota Tangerang,” tegasnya.

Ia juga mendorong penambahan jumlah armada serta perbaikan infrastruktur jalan menuju sekolah agar kebermanfaatan program semakin terasa luas. Menurutnya, bila program ini dijalankan secara serius dan merata, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelajar, tetapi juga masyarakat luas.

“Program ini punya potensi besar. Tapi jangan hanya di tengah kota saja. Pemerintah harus hadir sampai ke wilayah-wilayah yang belum terjamah,” tambah Teja.

Program Gampang Sekolah dinilainya sebagai langkah awal yang positif dalam memajukan pendidikan di Kota Tangerang. Namun, Teja mengingatkan bahwa manfaatnya harus benar-benar dirasakan secara menyeluruh oleh semua pelajar tanpa terkecuali.

“Transportasi gratis untuk pelajar ini adalah bentuk investasi masa depan. Kalau dijalankan dengan asas keadilan dan pemerataan yang baik, kita tidak hanya mempermudah akses sekolah, tapi juga membentuk budaya tertib dan aman di kalangan remaja,” tutupnya.

Seiring berjalannya waktu, wacana evaluasi dan pengembangan program Gampang Sekolah semakin menguat. Diharapkan, Pemkot berinisiatif tak hanya menjadi bagian dari seratus hari kerja wali kota, melainkan menjadi solusi jangka panjang yang menyentuh seluruh lapisan pelajar di Kota Tangerang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.