KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Puskesmas Periuk Jaya, yang terletak di Kecamatan Periuk, telah mengambil langkah berarti dalam mendukung upaya pengurangan penggunaan kantong plastik sebagai wadah obat. Kebijakan ini mulai berlaku pada tanggal 1 September, dan memiliki tujuan yang sangat penting, yaitu mengurangi dampak negatif penggunaan berlebihan kantong plastik terhadap lingkungan.
Menurut Kepala Puskesmas Periuk Jaya, dr. Setyawan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 66 juta ton limbah plastik per tahun. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena limbah plastik memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan ratusan tahun, untuk terurai sepenuhnya.
Dampaknya mencemari lingkungan air, tanah, dan udara, yang pada akhirnya akan memengaruhi kesehatan manusia. Berbagai senyawa kimia yang terkandung dalam plastik dapat menimbulkan beragam masalah kesehatan.
Oleh karena itu, Puskesmas Periuk Jaya telah mengeluarkan kebijakan terbaru yang mendorong masyarakat yang datang untuk berobat atau menebus obat di puskesmas ini untuk membawa kantong yang ramah lingkungan dari rumah, yang akan digunakan sebagai wadah obat.
Dalam aturan ini, masyarakat dihimbau untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan beralih ke kantong yang ramah lingkungan atau kantong alternatif yang terbuat dari bahan lokal dan alami.
Dr. Setyawan juga berharap bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara konsisten di Puskesmas Periuk Jaya. Selain itu, ia berharap bahwa langkah ini akan menjadi inspirasi bagi puskesmas lain di Kota Tangerang untuk mengadopsi kebijakan serupa.
Dengan demikian, kesadaran tentang pengurangan sampah plastik dapat merambah ke lingkungan puskesmas, selain biasanya hanya dicanangkan di sekolah atau pusat perbelanjaan.
Langkah-langkah seperti ini adalah contoh konkret dari upaya untuk menjaga lingkungan dan kesehatan manusia, serta mengurangi dampak negatif dari penggunaan plastik sekali pakai. Semoga kebijakan ini dapat menjadi teladan dan menginspirasi perubahan positif yang lebih luas di masyarakat.










