Ilkom UBD Terapkan Pembelajaran Berbasis OBE, Mahasiswa Diajak Observasi Langsung ke Wisata Bersejarah Banten

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Buddhi Dharma (UBD) menggelar kegiatan UBD Goes To Banten pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan pembelajaran di luar kampus ini diikuti mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 2, 4, dan 6 sebagai bagian dari proyek Ujian Akhir Semester (UAS) berbasis observasi lapangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UBD, di antaranya Rektor UBD Limajatini, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Jeni Herianto, Kaprodi Ilkom, Tia Nurapriyanti, serta para dosen. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap kegiatan pembelajaran di luar kampus.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Melalui pembelajaran lapangan, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dan aplikatif.

Mahasiswa diajak mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah di Provinsi Banten. Lokasi yang dikunjungi meliputi Masjid Agung Banten, Museum Purbakala Banten Lama, Keraton Surosowan, Kelenteng Avalokitesvara Banten, Keraton Kaibon, hingga kawasan Royal Baroe yang dikenal sebagai Malioboro-nya Kota Serang.

Komunikasi Bisa Dikaji Lewat Sejarah dan Politik

Kepala Prodi Ilkom UBD, Tia Nurapriyanti, mengatakan kegiatan ini tidak hanya mengenalkan sejarah dan budaya kepada mahasiswa. Menurutnya, setiap situs yang dikunjungi juga menyimpan nilai komunikasi yang dapat dikaji dari berbagai perspektif.

“Komunikasi itu bisa membedah banyak hal, mulai dari komunikasi politik, komunikasi bisnis, hingga kajian komunikasi lainnya. Dari peninggalan sejarah seperti koin Jawa, koin China, dan koin Belanda saja kita sudah bisa melihat adanya nuansa politik yang dapat dianalisis melalui komunikasi,” ujar Tia, saat dikonfirmasi Lensa Banten.

Ilkom UBD Terapkan Pembelajaran Berbasis OBE, Mahasiswa Diajak Observasi Langsung ke Wisata Bersejarah Banten
Ilkom UBD Terapkan Pembelajaran Berbasis OBE, Mahasiswa Diajak Observasi Langsung ke Wisata Bersejarah Banten. Foto-foto: Albertus Yosua

Ia menjelaskan, mahasiswa diajak melihat bagaimana sejarah dan budaya memiliki keterkaitan erat dengan komunikasi politik. Hal tersebut menjadi pengalaman baru yang tidak selalu diperoleh saat belajar di dalam kelas.

Pembelajaran Berbasis OBE

Menurut Tia, kegiatan lapangan seperti ini merupakan implementasi kurikulum OBE yang kini diterapkan di perguruan tinggi. Mahasiswa didorong untuk lebih banyak belajar melalui praktik, observasi, dan pengalaman langsung.

“Hasil dari kegiatan ini bisa berupa penelitian atau observasi lapangan. Pemerintah juga mendorong agar proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di luar kampus,” katanya.

Ia menambahkan, hasil observasi selama kegiatan dapat dikembangkan menjadi penelitian maupun tugas akademik. Pengalaman tersebut juga menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki proses penyusunan skripsi.

Komunikasi Tidak Hanya Soal Menyampaikan Pesan

Tia menilai masih banyak mahasiswa yang memahami komunikasi hanya sebatas proses penyampaian pesan. Padahal, ilmu komunikasi memiliki ruang kajian yang jauh lebih luas.

“Mahasiswa tidak hanya memahami komunikasi sebagai penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Mereka juga belajar bahwa budaya, sejarah, bahkan kehidupan masyarakat bisa dianalisis melalui perspektif komunikasi,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa semakin kritis dalam melihat berbagai fenomena sosial di sekitarnya. Dengan begitu, mereka mampu menghubungkan teori komunikasi dengan kondisi nyata di lapangan.

Ilkom UBD Terapkan Pembelajaran Berbasis OBE, Mahasiswa Diajak Observasi Langsung ke Wisata Bersejarah Banten
Ilkom UBD Terapkan Pembelajaran Berbasis OBE, Mahasiswa Diajak Observasi Langsung ke Wisata Bersejarah Banten. Foto-foto: Albertus Yosua

Mahasiswa Merasakan Pengalaman Baru

Mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 6, Werysabeth, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan perkuliahan di dalam kelas. Menurutnya, kunjungan ke situs-situs bersejarah membuat materi kuliah terasa lebih nyata dan mudah dipahami.

“Belajar langsung di lokasi membuat saya lebih paham kalau ilmu komunikasi ternyata sangat luas. Sejarah dan budaya yang kami lihat hari ini bisa dikaji dari sisi komunikasi, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik,” jelas Wery.

Sementara itu, mahasiswa semester 4, Zulham Rainaldo, menilai kegiatan lapangan mampu melatih kemampuan observasi sekaligus menambah wawasan mahasiswa. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena memberikan pengalaman yang tidak didapatkan saat belajar di ruang kelas.

“Kegiatan seperti ini membuat kami tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat langsung objek yang dipelajari. Saya berharap UBD Goes To Banten terus diadakan karena sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman dan bekal penelitian,” tutur Zulham.

Diharapkan Menjadi Agenda Rutin

Tia mengatakan, UBD Goes To Banten akan diupayakan menjadi agenda rutin Program Studi Ilmu Komunikasi. Kegiatan serupa sebenarnya pernah dilaksanakan sejak tahun 2015, namun sempat terhenti dan kini kembali dihidupkan.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak destinasi edukatif. Selain menambah wawasan, mahasiswa juga diajak untuk lebih mengenal dan menjaga warisan sejarah serta budaya Indonesia.

Bekal Menuju Dunia Kerja

Di akhir kegiatan, Tia berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter yang baik. Menurutnya, adab dan etika menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja.

“Ilmu itu penting, tetapi adab lebih utama. Ketika memasuki dunia kerja, yang dinilai bukan hanya kepintaran atau IPK, tetapi juga bagaimana sikap dan etika seseorang dalam bekerja,” pungkasnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.