Sejarah Kota Serang, Warisan Kesultanan Banten yang Kini Jadi Ibu Kota Provinsi

Sejarah Kota Serang, Warisan Kesultanan Banten yang Kini Jadi Ibu Kota Provinsi
Sejarah Kota Serang, Warisan Kesultanan Banten yang Kini Jadi Ibu Kota Provinsi

KOTA SERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Kota Serang, yang kini menjadi ibu kota Provinsi Banten, memiliki sejarah panjang yang tak lepas dari kejayaan masa lalu dan dinamika perkembangan modern. Wilayah ini dulunya merupakan bagian penting dari Kesultanan Banten, salah satu kerajaan Islam terbesar dan paling berpengaruh di Nusantara pada abad ke-16 hingga ke-19.

Kesultanan Banten didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati, sekitar tahun 1552. Wilayah kekuasaan Kesultanan ini meliputi sebagian besar daerah Banten sekarang, termasuk Serang sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas keagamaan. Keberadaan Pelabuhan Banten yang strategis menjadikan kerajaan ini sebagai pusat perdagangan internasional, tempat bersandarnya kapal-kapal dari Arab, Cina, India, hingga Eropa.

Bacaan Lainnya

Pasca keruntuhan Kesultanan Banten akibat intervensi kolonial Belanda pada akhir abad ke-19, wilayah Serang masuk dalam struktur pemerintahan kolonial dan kemudian menjadi bagian dari Kabupaten Serang setelah Indonesia merdeka. Namun, seiring berjalannya waktu, perkembangan wilayah Serang semakin pesat baik dari segi jumlah penduduk, pembangunan infrastruktur, maupun peran strategisnya sebagai pusat pemerintahan dan pendidikan.

Dorongan kuat dari masyarakat, tokoh lokal, dan pertimbangan administratif akhirnya mendorong pemerintah pusat untuk memekarkan wilayah ini. Melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2007, Kota Serang resmi dimekarkan dari Kabupaten Serang dan ditetapkan sebagai kota otonom pada 2 November 2007. Pemekaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta memperkuat peran Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.

Sebagai kota baru yang lahir dari sejarah panjang, Kota Serang kini memadukan warisan budaya Islam yang kental dengan semangat pembangunan modern. Keberadaan Masjid Agung Banten, situs Keraton Kaibon, dan Benteng Speelwijk menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu, sementara pusat pemerintahan provinsi, universitas, dan kawasan bisnis menunjukkan wajah masa depan Serang yang dinamis.

Dengan identitas sebagai “Kota Madani”, Serang terus berbenah menjadi kota yang religius, maju, dan berdaya saing di kancah regional maupun nasional.

Sumber :

Referensi:

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang di Provinsi Banten.

  2. Badan Pusat Statistik Kota Serang – Kota Serang Dalam Angka.

  3. Situs resmi Pemerintah Kota Serang – https://serangkota.go.id

  4. Uka Tjandrasasmita, Arkeologi Islam Nusantara, Kepustakaan Populer Gramedia, 2000.

  5. Djajadiningrat, Hoesein. Kesultanan Banten: Sejarah dan Peradaban Islam di Barat Jawa (naskah klasik Banten dan interpretasinya).

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.