Selain Nilai Rapor, Dua Hal Ini jadi Kunci Seleksi Masuk SMK di Banten

Selain Nilai Rapor, Dua Hal Ini jadi Kunci Seleksi Masuk SMK di Banten
Selain Nilai Rapor, Dua Hal Ini jadi Kunci Seleksi Masuk SMK di Banten

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Humas SMKN 2 Kota Tangerang, Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki hak prerogatif dari Provinsi Banten dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya dalam menentukan penilaian tes minat dan bakat calon siswa.

“Kalau hak prerogatif itu sebenarnya dari petunjuk teknis (juknis), ada keleluasaan untuk menentukan tes minat bakat. Karena masing-masing jurusan pasti ingin mencari yang terbaik dan benar-benar yang punya minat di jurusan tersebut. Jangan sampai salah pilih, dan jangan sampai juga kemampuannya tidak sesuai dengan yang diinginkan jurusan,” ujar Kurniawan pada Senin, 21 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa nilai rapor tinggi tidak menjadi satu-satunya jaminan kelulusan dalam seleksi. Penilaian juga mencakup hasil wawancara dan tes minat bakat yang diberikan masing-masing jurusan.

“Nilai wawancara itu dinilai oleh masing-masing jurusan. Pokoknya kami diberi keleluasaan dalam tes minat bakat, selain nilai rapor. Tesnya berupa tulisan dan wawancara,” jelasnya.

Dalam praktiknya, wawancara dilakukan secara daring dengan format video yang diunggah oleh calon siswa ke media sosial. Kurniawan menyebutkan ada poin-poin yang menjadi dasar penilaian dalam proses tersebut.

“Kalau wawancara, dilihat dari penampilan, tutur kata, pengetahuan, dan peminatan dalam jurusannya. Karena kita ada poin-poin itu, nanti akan diranking. Nilai rapor tidak mewakili secara penuh, memang dari provinsi seperti itu,” tambahnya.

Kurniawan juga menjelaskan bahwa di SMK, jalur penerimaan hanya menggunakan satu jalur umum, tidak seperti SMA yang memiliki beberapa jalur seperti domisili, prestasi, dan afirmasi.

“Kalau di SMK jalur masuknya itu jalur umum. Tidak seperti SMA yang ada tiga jalur. Tapi kalau di SMK hanya satu,” katanya.

Mengenai batas nilai terendah yang lolos seleksi, Kurniawan mengaku tidak mengetahui secara rinci karena bergantung pada hasil keseluruhan peserta.

“Kalau soal nilai terendahnya berapa, saya tidak bisa jawab. Itu tergantung hasil seleksinya nanti. Karena nilainya digabung dari nilai rata-rata rapor, nilai wawancara, dan nilai tes tulis, lalu diranking,” tutupnya.

Meski seleksi menggunakan mekanisme yang sudah diatur melalui juknis provinsi, pihak sekolah menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan minat bakat. Hal ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara nilai, tetapi juga tepat dalam memilih jurusan yang sesuai dengan potensinya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.