Selama MBG Dihentikan Sementara, SPPG Bugel Indah Benahi Fasilitas dan Siap Ikuti Aturan BGN

Pemilik SPPG Bugel Indah, Paula Theodora
Pemilik SPPG Bugel Indah, Paula Theodora

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bugel Indah, Karawaci, Kota Tangerang memanfaatkan masa penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melakukan pembenahan fasilitas dan pembersihan menyeluruh dapur sebagai persiapan memasuki tahun ajaran baru.

Penghentian sementara penyaluran MBG dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia mengikuti surat edaran resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) selama masa libur sekolah.

Bacaan Lainnya

Pemilik SPPG Bugel Indah, Paula Theodora, mengatakan selama masa libur hanya sejumlah petugas inti yang tetap bekerja di dapur. Mereka terdiri atas kepala dapur, ahli gizi, akuntan, serta dua petugas keamanan yang bertugas secara bergantian menjaga operasional dan keamanan fasilitas.

“Selama tiga minggu masa libur sekolah, operasional distribusi MBG dihentikan sementara sesuai surat edaran dari BGN. Kami tetap menugaskan personel inti untuk memastikan dapur tetap terjaga,” kata Paula saat ditemui, Rabu 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan penghentian sementara selain berlaku bagi penerima manfaat siswa sebanyak 2.500,  juga berlaku bagi penerima manfaat kategori B3, termasuk ibu hamil. Di wilayah kerja SPPG Bugel Indah, terdapat sekitar 500 penerima manfaat B3 yang seluruhnya berasal dari Kelurahan Bugel.

Menurut Paula, layanan MBG dijadwalkan kembali berjalan efektif pada 13 Juli 2026 bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Selama masa jeda operasional, pihaknya memfokuskan kegiatan pada pembenahan dapur. Sebelum relawan memasuki masa libur, seluruh area produksi telah menjalani proses general cleaning agar kondisi dapur tetap higienis.

“Satu hari sebelum operasional dimulai kembali, para relawan akan masuk untuk melakukan pembersihan ulang sehingga dapur benar-benar siap digunakan,” ujarnya.

Paula menambahkan, pihaknya berkomitmen menjalankan seluruh regulasi yang ditetapkan BGN. Ia berharap pelaksanaan Program MBG ke depan dapat berlangsung semakin lancar dengan dukungan aturan yang jelas.

Terkait wacana penyesuaian kebijakan, termasuk insentif bagi penyelenggara SPPG, Paula memilih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

“Kami mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan BGN. Untuk kebijakan baru, kami menunggu keputusan resmi. Jika sudah ditetapkan, tentu akan kami jalankan sesuai regulasi,” katanya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.