Memasuki Hari Ketiga, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Gubernur Banten Minta Warga Jauhi Lokasi

Memasuki Hari Ketiga, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Gubernur Banten Minta Warga Jauhi Lokasi
Gubernur Andra Soni saat meninjau lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin.

KABUPATEN TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Memasuki hari ketiga, kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan. Asap pekat masih membumbung tinggi, sementara petugas gabungan terus berjibaku mengendalikan kobaran api yang membakar tumpukan sampah.

Pemerintah pusat dan daerah pun terus memperkuat penanganan di lokasi. Sejumlah kementerian, BNPB, BPBD, TNI, Polri, hingga Pemerintah Kabupaten Tangerang bahu-membahu agar kebakaran tidak semakin meluas.

Bacaan Lainnya

Gubernur Banten, Andra Soni, turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Kamis, 2 Juli 2026. Ia memastikan seluruh unsur pemerintah bekerja sama agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

Menurut Andra, bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan BNPB terus berdatangan. Helikopter water bombing juga kembali diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Cuaca Panas Jadi Tantangan Besar

Andra mengatakan proses pemadaman menghadapi tantangan yang tidak ringan. Cuaca yang sangat panas membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dipadamkan.

Di sisi lain, tumpukan sampah yang telah menggunung selama puluhan tahun juga menghasilkan gas metana. Kondisi itu membuat api terus menyala dari bagian bawah tumpukan sampah.

“Saat ini semua sedang berupaya menangani kebakaran TPA Jatiwaringin. Situasinya semakin berat karena cuaca sangat panas dan tumpukan sampah ini mengandung gas yang bisa menjadi sumber kebakaran,” kata Andra Soni, saat ditemui awak media.

Ia meminta masyarakat untuk tidak mendekati area kebakaran. Menurutnya, kondisi di lapangan masih berbahaya karena api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Andra juga mengingatkan para awak media agar tetap mengutamakan keselamatan saat melakukan peliputan. Ia berharap seluruh pihak mematuhi arahan petugas yang berada di lokasi.

“Kami meminta masyarakat menjauhi lokasi. Teman-teman wartawan juga secukupnya saja berada di area ini karena masih ada potensi bahaya,” ujarnya.

Musim Kemarau Perparah Kebakaran

Berdasarkan informasi yang diterimanya, musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan suhu udara yang lebih panas dibanding biasanya. Kondisi tersebut membuat risiko kebakaran semakin tinggi, terutama di lokasi penumpukan sampah.

Andra mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan cuaca sambil mengoptimalkan proses pemadaman. Ia berharap kondisi cuaca segera berubah agar upaya petugas menjadi lebih ringan.

“Dilaporkan bahwa musim panas kali ini termasuk sangat terik dan berlangsung cukup panjang. Kami mohon doa dari masyarakat agar kebakaran ini segera bisa diatasi,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh petugas yang sudah bekerja tanpa henti selama tiga hari terakhir. Menurutnya, kerja sama semua pihak menjadi kunci agar kebakaran dapat segera dipadamkan.

Kepala Daerah Diminta Waspadai TPA

Selain fokus pada penanganan di Kabupaten Tangerang, Andra turut mengingatkan seluruh kepala daerah di Provinsi Banten untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta setiap bupati dan wali kota memeriksa kondisi TPA di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak dini. Terlebih, musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Saya mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Banten agar memastikan TPA di daerah masing-masing terus dipantau. Cuaca saat ini sangat panas sehingga semua harus waspada,” tegasnya.

Menurut Andra, pengawasan secara rutin dapat mengurangi risiko kebakaran yang lebih besar. Pemerintah daerah juga diminta segera mengambil langkah antisipasi apabila ditemukan potensi kebakaran di lokasi pembuangan sampah.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Saat ditanya mengenai warga yang terdampak, Andra menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menjalankan berbagai langkah penanganan. Pemerintah Provinsi Banten juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan.

Ia mengatakan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama selama proses pemadaman berlangsung. Seluruh keputusan yang diambil akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Pak Bupati sudah menjalankan perannya dengan baik. Kita terus memonitor perkembangan situasi dan berharap dalam satu atau dua hari ke depan kebakaran ini bisa segera teratasi,” ucapnya.

Andra mengakui tidak mudah memadamkan kebakaran di TPA karena api tidak hanya berada di permukaan. Bara api yang berada di dalam tumpukan sampah membutuhkan penanganan khusus agar benar-benar padam.

Meski demikian, ia optimistis upaya yang dilakukan seluruh petugas akan membuahkan hasil. Ia juga berharap hujan segera turun sehingga proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat.

“Kita tentu berharap ada hujan agar proses pemadaman bisa lebih cepat. Semoga dengan kerja keras seluruh petugas, kebakaran ini segera dapat diatasi,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih terus berlangsung dengan melibatkan personel gabungan, armada pemadam kebakaran, alat berat, serta helikopter water bombing. Pemerintah juga terus memantau kondisi cuaca dan kualitas udara untuk memastikan keselamatan petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Masyarakat diimbau tidak mendekati area kebakaran selama proses penanganan berlangsung. Selain untuk menjaga keselamatan, langkah tersebut juga bertujuan memberi ruang bagi petugas agar proses pemadaman berjalan lebih efektif.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.