TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Paroki Tangerang, Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) menggelar Misa Syukur sekaligus serah terima jabatan Pastor Kepala pada Minggu, 8 Maret 2026. Momen ini menandai berakhirnya masa pelayanan Ignatius Suryadi Prajitno, SJ dan dimulainya kepemimpinan baru oleh Athanasius Kristiono Purwadi, SJ.
Misa yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB ini dihadiri umat serta jajaran Dewan Paroki. Pergantian pastor kepala menjadi bagian dari proses pelayanan Gereja yang terus berjalan dari waktu ke waktu.
Pergantian ini mengusung tema “Gembala Berganti, Misi Tuhan Tak Pernah Usai”. Pesan tersebut menegaskan bahwa pelayanan Gereja tetap berlanjut meskipun kepemimpinan pastoral berganti.
Perayaan misa dipimpin secara konselebrasi oleh Yusup Edi Mulyono, SJ selaku Vikaris Episkopal Kategorial Keuskupan Agung Jakarta. Kehadiran perwakilan keuskupan menjadi simbol dukungan terhadap proses transisi kepemimpinan di Paroki Tangerang.
Dalam homilinya, Pastor Suryadi menyampaikan pesan perpisahan kepada umat Paroki Tangerang. Ia mengibaratkan kehidupan seorang imam seperti aliran sungai yang terus bergerak.
“Kehidupan imam bagaikan air sungai yang tidak pernah melewati tempat yang sama dua atau tiga kali. Karenanya, saya berpamitan kepada seluruh umat beserta romo-romo rekan Paroki Tangerang, karena saya berpindah ke Paroki Blok Q, Gereja Santa Perawan Maria Ratu, Jakarta Selatan,” kata Pastor Suryadi.
“Saya mohon maaf atas kesalahan yang telah saya lakukan baik dalam perkataan maupun perbuatan, dan semoga kita selalu disegarkan dengan air kehidupan dari Yesus Kristus,” ujarnya.

Prosesi serah terima jabatan dilakukan melalui penandatanganan berita acara oleh Pastor Suryadi dan Pastor Kristiono. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Pastor Edi bersama jajaran Dewan Paroki Harian.
Setelah misa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para pastor dan pengurus gereja. Acara ini juga dihadiri perwakilan Dewan Paroki dari sejumlah paroki di wilayah Tangerang.
Dalam sambutannya, Pastor Kristiono menyampaikan rasa syukur atas penugasan yang diberikan kepadanya untuk melayani di Paroki Tangerang. Ia juga mengapresiasi sambutan hangat dari para pastor dan umat.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Kardinal Ignatius Suharyo atas penugasan yang telah diberikan kepada saya di Paroki Tangerang, Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda. Terima kasih juga kepada rekan-rekan pastor beserta umat Paroki Tangerang yang sudah menyambut saya dengan penuh hangat dan sukacita,” kata Pastor Kristiono.
“Saya kembali menekankan bahwa Gereja sejatinya merupakan tempat perjumpaan, baik dengan Tuhan maupun sesama umat beriman, sehingga berbagai kegiatan dapat dijalankan dengan penuh semangat dan sukacita,” ungkapnya.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa semangat baru bagi kehidupan umat Paroki Tangerang. Meski gembala berganti, misi pelayanan Gereja diyakini akan terus berjalan.









