TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Suasana penuh keceriaan tampak di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang, pada Jumat, 7 November 2025. Sejak pagi, halaman kantor DPAD dipenuhi tawa anak-anak dari SDN Sukasari 4 dan SDN Cipete 4.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas yang menyenangkan. Anak-anak diajak mengenal dunia literasi dan sejarah Kota Tangerang secara langsung.
Salah satu peserta, Elysia, siswi kelas 5 SDN Sukasari 4, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program sekolahnya. Ia menyebut kegiatan tersebut bernama Kunjungan Perpustakaan Menjadi Biasa (Kuperjasa).
“Hari ini adalah program dari SDN Sukasari 4 yang bernama Kuperjasa, supaya anak-anak bisa membiasakan membaca buku dan mendapatkan wawasan,” ujarnya.
Selama kegiatan, para siswa mengikuti berbagai aktivitas menarik. Mereka juga belajar sambil bermain di berbagai lokasi edukatif.
“Ke museum tentang sejarah Tangerang dan ke teater, sama ke perpus untuk membaca buku,” katanya.
Elysia juga berbagi pengalaman menyenangkan selama kunjungan ke museum. Ia mengatakan banyak hal baru yang dipelajari di sana.
“Di museum dijelaskan ada apa saja di Tangerang tentang sejarah Tangerang,” ucapnya.
Ia merasa senang bisa mendapatkan ilmu baru dari kegiatan tersebut. Kunjungan itu juga membuatnya semakin bersemangat belajar.
“Senang, excited, sama mendapatkan ilmu baru,” katanya sambil tersenyum.
Elysia mengaku sudah sering mengikuti kegiatan seperti ini. Ia menyebut kegiatan membaca dan kunjungan edukatif sudah menjadi kebiasaan. Menurutnya, fasilitas di perpustakaan sudah sangat baik. Ia merasa nyaman membaca di tempat tersebut.
“Lima kali Berkunjung. Enggak ada yang kurang, sudah bagus semuanya. Buku-bukunya bagus,” tambahnya.
Pandangan Guru SDN Cipete 4
Guru SDN Cipete 4, Riska Aulia, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Ia menyebut kunjungan ini memberi pengalaman baru di luar kelas.
“Hari ini kita berkunjung ke DPAD Kota Tangerang untuk menjelaskan kepada anak-anak bahwa DPAD menyediakan banyak sejarah-sejarah yang ada di Kota Tangerang dan juga anak-anak bisa membaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan agenda menarik lainnya. Anak-anak tampak menikmati seluruh rangkaian acara.
“Anak-anak juga naik Jawara, dan setelah itu kita akan ke alun-alun Kota Tangerang,” ujarnya.
Edukasi Sejarah dan Budaya Tangerang
Riska mengatakan, anak-anak mendapatkan banyak ilmu baru dari kegiatan ini. Mereka dikenalkan pada sejarah dan ikon-ikon khas Tangerang.
“Kegiatan membaca, terusnya mereka dijelaskan tentang museum-museum yang ada di Kota Tangerang, ikon-ikon yang ada di Kota Tangerang, dan juga nonton film sejarah Kota Tangerang,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan pengalaman pertama sekolahnya ke DPAD. Namun, pihak DPAD sudah sering melakukan kegiatan literasi ke sekolah mereka.
BACA JUGA : Kualitas Hidup Membaik: Banten Goes 75,33 Tahun, Pemprov Siapkan Program Lansia Produktif
“Untuk SD kita baru pertama kali datang ke DPAD Kota Tangerang, tetapi dari DPAD sendiri sudah sering ke sekolah kita,” katanya.
Menurut Riska, kegiatan ini bertujuan mengenalkan pentingnya perpustakaan daerah. Ia menilai anak-anak sangat menikmati kegiatan hari itu. Mereka terlihat antusias dan bersemangat sejak awal acara. Dirinya pun berharap anak-anak semakin gemar membaca setelah berkunjung.
“Untuk mengenalkan perpustakaan daerah yang ada di Kota Tangerang,” ujarnya.
“Antusias anak-anak sangat seru, pokoknya mereka gembira sekali datang berkunjung ke sini,” pungkasnya.
Kegiatan literasi dan kunjungan edukatif ini diharapkan memperkuat budaya membaca di kalangan pelajar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah.
Program semacam ini diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan. Tujuannya agar minat baca dan pengetahuan sejarah anak-anak Kota Tangerang terus berkembang.










