KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dengan tema “Membentuk Karakter Mahasiswa yang Berlandaskan Spiritualitas dan Kualitas dalam Pelestarian Nilai-Nilai Kearifan Lokal,” STISNU Nusantara Tangerang telah mengadakan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) untuk mahasiswa baru. Acara ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 24 September 2023 dan digelar di area Kampus Hijau STISNU Nusantara Tangerang.
Ketua Presma, Alin Suhaebah, menyampaikan sambutan selamat datang kepada mahasiswa baru yang mengikuti PBAK dan mengucapkan selamat atas keanggotaan mereka dalam keluarga besar STISNU Nusantara. Ia menekankan pentingnya mengikuti kegiatan PBAK dengan penuh kesungguhan karena ini adalah langkah penting untuk lebih mengenal kampus tempat mereka akan menimba ilmu.
“Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal kampus, seperti yang dikatakan, ‘tak kenal maka tak sayang,’” ujarnya, Minggu 24 September 2023.
Suhaebah juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan (change agent) dan meminta mereka untuk patuh dan mengikuti semua yang telah diatur dalam kegiatan tersebut agar semuanya berjalan dengan lancar.
DR Ahmad Bahrudin, atas nama Ketua Yayasan STISNU Nusantara, menyambut mahasiswa baru di Kampus Hijau dan menyatakan harapannya untuk masa depan yang lebih baik.

Ia mengingatkan bahwa STISNU Nusantara berada di bawah naungan Yayasan Benteng Nusantara Cendikia yang memiliki kaitan dengan Nahdlatul Ulama (NU). Oleh karena itu, mereka akan diberikan mata kuliah ke-NU-an selama satu semester dengan bimbingan dosen yang pernah menimba ilmu di STISNU Nusantara.
Ketua STISNU Nusantara Tangerang, DR Ahmad Qustulani M.Hum, mengingatkan bahwa keberadaan mereka di sini bukan hanya sebagai mahasiswa, dosen, atau pengurus, tetapi mereka juga mengurus Nahdlatul Ulama. Ia mengutip kata-kata Hadratusyeh KH Hasyim Ashari yang mengatakan bahwa siapa pun yang ingin mengurus NU akan dianggap sebagai santrinya.
Qustulani juga mengajak mahasiswa untuk mengejar mimpi mereka dan mengingatkan bahwa mencapai mimpi itu melibatkan proses yang dinamis, kadang menyenangkan, dan kadang tidak. Oleh karena itu, ia mendorong mereka untuk tetap berada dalam proses untuk mencapai mimpi mereka.
“Jangan pernah keluar dari proses mencapai mimpi karena harapan tanpa tindakan adalah sia-sia,” pesannya, sambil membuka kegiatan PBAK.
PBAK dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua STISNU Nusantara, Wakil Ketua, Ketua Prodi, serta civitas akademika STISNU Nusantara, panitia penyelenggara, dan mahasiswa baru.









