JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Menatap 2026, Tami Irelly mulai membuka wacana untuk terlibat lebih jauh di balik layar industri film. Ia mengaku memiliki keinginan kuat untuk suatu hari menjadi produser film, dengan visi cerita yang telah lama disimpannya.
Tami membayangkan film drama yang menyentuh emosi namun sarat ketegangan, dengan sentuhan sub-genre thriller. “Jika diperkenankan aku ingin jadi produser film. Mau bikin film drama yang menyentuh hati tapi menegangkan dan penuh intrik. Konsep ceritanya sudah ada di tanganku,” ungkapnya.
Ia menyadari bahwa menjadi produser berarti memasuki wilayah bisnis yang penuh risiko. Namun, keinginan belajar dan totalitas di dunia hiburan membuatnya siap menghadapi tantangan tersebut.
Tami juga secara terbuka menyebut sosok-sosok yang ingin diajak bekerja sama jika impian itu terwujud. “Aku pengen banget bisa kerja sama dengan Prilly Latuconsina. Aku juga ingin belajar dari Sinemaku Pictures milik Umay Shahab dan Prilly, serta Baik Wong,” paparnya.
Menurut Tami, ilmu bisnis film adalah bekal penting yang tidak bisa dianggap remeh. Ia memahami bahwa tidak semua proyek film langsung menghasilkan keuntungan. “Ilmu bisnis film itu mahal. Banyak yang bertaruh uang dan tidak selalu untung di muka,” katanya jujur.
Keinginan menjadi produser menunjukkan kematangan visi Tami sebagai pelaku industri, bukan sekadar pengisi layar. Ia ingin terlibat dalam proses kreatif sejak awal hingga akhir.
Dengan langkah-langkah yang sedang dipersiapkan, Tami Irelly perlahan menegaskan arah karier jangka panjangnya: menjadi sosok kreatif yang berpengaruh, baik di depan maupun di balik layar perfilman Indonesia. (san/*) #foto dok. tami irelly









