KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Adhitya Farizmazin (16) pesilat Pagar Nusa Kota Tangerang tidak mengira dirinya bisa meraih medali pada kejuaraan silat Benteng Cisadane Championship 3.
Adhitya yang masih berstatus pelajar di SMA Al Kamil, Jatiuwung mengaku termotivasi menjadi atlet untuk membanggakan orang tuanya.
“Motivasi saya jadi pesilat karena ingin membuat bangga orangtua, ” Katanya singkat saat ditemui usai acara, Minggu, 3 Maret 2024.
Ia pun telah berlatih bela diri silat sejak empat tahun silam di perguruan Pagar Nusa Kota Tangerang yang tidak jauh dari kediamannya. Berlatih satu bulan ini untuk kejuaraan Benteng Cisadane Championship 3.
“Latihan yang berat buat saya yakni saat melatih kekuatan kaki, ” Imbuhnya.
Pada saat bertanding di Benteng Cisadane Championship 3 anak pertama dari tiga bersaudara ini berhasil masuk final dan mengaku mendapat lawan yang cukup tangguh dari pesilat perguruan Asat. Kendati demikian dirinya mengaku tetap berjuang dengan semangat guna mempersembahkan yang terbaik.
Tidak percuma, akhirnya Adhitya meraih medali perunggu pertamanya selama dirinya menjadi pesilat dan Ia pun mengaku senang dan bangga.
“Medali ini saya persembahkan untuk orangtua saya dan perguruan saya, ” Tandasnya.










