TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Polemik antara Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang dengan youtuber Pratiwi Noviyanthi masih dibicarakan publik, terutama di kalangan warganet.
Banyak warganet yang menilai Dinsos melakukan hal yang tidak tepat, jika memang tersandung persoalan administrasi warganet meminta agar Novi diberi waktu untuk melengkapi dokumen adminstrasi yang diperlukan.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani dalam siaran pers tertulisnya menerangkan, Pemerintah Kota Tangerang sesuai dengan aturan memperbolehkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan urusan sosial di Kota Tangerang.
Namun, tentunya dengan tetap mematuhi aturan dan kelengkapan berkas yang terlegalkan, baik itu pengajuan pendirian Yayasan sosial, pengumpulan uang atau barang untuk pendanaan program sosial oleh yayasan sosial, maupun proses adopsi anak, itu semua ada aturan yang mengatur sesuai ketentuan yang diberlakukan untuk dipatuhi bersama.
“Sejauh ini, Dinsos Kota Tangerang belum pernah menerima surat-surat pengajuan Yayasan dari yang bersangkutan. Sedangkan di Kota Tangerang sendiri, jumlah Yayasan yang tercatat keberadaannya di Kota Tangerang ada diangka 140 lebih dan hingga kini terus mendapat pemantauan, pendampingan atau pembinaan berkala dari Dinsos Kota Tangerang,” katanya.
Lebih jauh, Mulyani menjelaskan aksi kepedulian urusan sosial memang perlu diurus pemberkasannya secara legal, jelas dan lengkap. “Hal itu, sebagai perlindungan hak-hak anak yang diurus atau adopsi, terlebih untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai,” tegas Mulyani.
Sementara itu, dalam laman instagram pratiwinoviyanthi_real pada satu unggahannya yang lima jam sejak berita ini ditulis menerangkan,
Ini sebagian kecil perjuangan kami dalam merawat bayi2,,
Kami tdk pernah memilih siapa bayi yg akan kami rawat dan gimana keadaan nya mereka… (mulai dr kandungan)
Karena mereka pun bukan pilihan…
Saya hanya berfikir menyelamatkan dan merawat bayi2 dengan sangat baiikk (emoji menangis).
Gak pernah saya dapat bantuan dr pemerintah dan mohon maaf tdk pernah open donasi buat bayi2 yg kami rawat.
Semua pendapatan youtube saya pergunakan unk biaya perawatan bayi2 , biaya melahiran , biaya perawatan odgj di RSJ, bantu biaya bulanan di Yayasan swasta lainnya (unk odgj yg bekerja sama dng kami jg)
Dan juga panti jompo buat lansia yg sebatang kara, blm termasuk bantu2 yg lainnya….
Maaf saya bukan terlahir dari orang kaya, saya hanya orang biasa yg tergerak unk membantu sesama umat manusia yg membutuhkan,
Karena kalau bukan kesadaran kita yg membantu, siapa lagi?????
Dan maaf lagi atas ketidak tahuan kami, kami bergerak cepat karena laporan dr masyarakat indonesia yg peduli akan orang keselilingnya yg membutuhkan, dan Alhamdulillah banyak yg percaya terhadap kami unk membantu sesama dengan sepenuh hati.








